Light Dark

Stafsus Milenial Jokowi Temui Mahasiswa Bahas UU Cipta Kerja

Nasional | 06 Nov 2020, 14:00 WIB
Sejumlah buruh dan mahasiswa mengikuti aksi di Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020. Dalam aksi tersebut para buruh menuntut pembatalan pengesahan UU Cipta Kerja Omnibus Law. | TEMPO/Muhammad Hidayat

SUKABUMIUPDATE.com - Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Aminuddin Ma'ruf, bertemu perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Istana Kepresidenan untuk membahas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Saya memang akan menerima perwakilan dari aliansi mahasiswa DEMA PTKIN (Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) Se-Indonesia," kata Aminuddin di Jakarta, Jumat, 6 November 2020, seperti dikutip dari Tempo.co.

Ada 9 orang perwakilan mahasiswa yang akan membahas UU Cipta Kerja bersama dengan Aminuddin.

Mereka adalah Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia Fahcrur Rozie, Presiden Mahasiswa DEMA Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aden Farikh, Kortim dan Presiden Mahasiswa DEMA UIN Yogyakarta Ahmad Rifaldi M.

Lalu, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Semarang Rubaith, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Banten Fauzan, Kortim dan Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Metro Lampung Munif Jazuli.

Selanjutnya, Presiden Mahasiswa DEMA UIN Makassar Ahmad Aidi Fah, Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Jayapura Papua Mahfudz dan Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Samarinda Fatimah.

Berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprint-054/SKP-AM/11/2020 yang ditandatangani Aminuddin Ma'ruf pada 5 November 2020, pertemuan membahas penyerahan rekomendasi sikap terkait UU Cipta Kerja. Surat dengan kop Sekretariat Kabinet RI itu, menurut Aminuddin, adalah prosedur standar di lingkungan Istana Kepresidenan.

"Merujuk kepada SOP (Standar Operating Procedure) penerimaan tamu di lingkungan Istana Negara maka diperlukan surat tersebut sebagai pemberitahuan dari setiap unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang akan melaksanakan kegiatan di lingkungan Istana Negara," ujar Aminuddin.

Surat itu salah satunya digunakan untuk mendapatkan fasilitas rapid test bagi tamu. Pada Kamis, 5 Oktober 2020, Aminuddin juga bertemu dengan 7 orang perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Muhammadiyah untuk menyampaikan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

"Intinya kami menerima dengan terbuka masukan, saran, kritik terhadap UU Cipta Kerja ini," kata Aminuddin usai pertemuan itu.

Beragam aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja sudah berlangsung sejak 5 Oktober 2020. Namun sejauh ini baru Aminuddin Ma'ruf yang menemui perwakilan mahasiswa. Aminuddin juga bertemu dengan perwakilan BEM SI pada 16 Oktober 2020 atas perintah Presiden Jokowi.

Sumber: Tempo.co

Image

Herlan Heryadie

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

Reporter