Light Dark

Terpilih jadi Presiden AS, Joe Biden Tak Dapat Jatah Mobil Dinas Baru

Internasional | 21 Jan 2021, 00:00 WIB

Terpilih jadi Presiden AS, Joe Biden Tak Dapat Jatah Mobil Dinas Baru

Internasional | 21 Jan 2021, 00:00 WIB
The Beast, mobil presiden Amerika Serikat. | (AFP)

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden berkantor dan tinggal di The White House, Washington D.C.

Lantas untuk mobil kepresidenan, apakah ia mendapatkan kendaraan baru setara yang ditunggangi kepala negara sebelumnya, Donald Trump?

Rupanya tidak. Melansir Suara.com dari Autoweek, menurut aturan dan anggaran di Negeri Paman Sam, presiden terpilih hanya boleh mendapatkan mobil kenegaraan baru jika masa pakai mobil sudah delapan tahun.

Sementara Cadillac One, mobil kenegaraan yang digunakan Trump baru terhitung aktif empat tahun. Jika merujuk pada aturan, Joe Biden harus menunggu hingga 2024 untuk mendapatkan Mobil Baru atau paling tidak ia harus terpilih lagi untuk periode kedua saat Pilpres.

Lalu apa keunggulan mobil Kepresidenan Amerika Serikat yang akan digunakan Joe Biden?

Mobil berjuluk The Beast ini memiliki pelat bodi berlapis baja tebal. Bahkan saking tebalnya, bagian pintu mencapai 8 inci dengan bobot serupa body pesawat Boeing 757.

Dengan bodi berlapis baja tebal itu, mobil ini pun dipastikan aman dari peluru, granat, ledakan, hingga serangan rudal. Tak hanya body saja, pada bagian kacanya juga punya ketebalan hingga lima lapisan dengan elemen polikarbonat.

Untuk bagian kabin, sudah pasti mobil ini memiliki kualitas premium. Terdapat juga perangkat komunikasi canggih yang bisa langsung terakses dengan satelit dan aman dari penyadapan.

Perangkat komunikasi bisa langsung menghubungkan sang presiden dengan markas Departemen Keamanan Amerika Serikat, Pentagon.

Terdapat pula berbagai fitur keamanan layaknya mobil di film James Bond, seperti tombol untuk mengeluarkan minyak di jalan raya, berfungsi mengacaukan penjahat yang mengejar, lalu arus listrik pada bagian pintu untuk menyerang siapa pun yang berniat membuka pintu mobil secara paksa.

Terakhir, presiden Amerika Serikat juga memiliki akses untuk mengaktifkan langsung senjata nuklir apabila terjadi serangan mendadak.

Sumber: Suara.com

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

Reporter