Light Dark

Peneliti Hong Kong: Antimag Tekan Jumlah SARS-CoV-2 1.000 Kali Lipat

Science | 15 Oct 2020, 03:00 WIB
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. | Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Hong Kong pada Senin, 12 Oktober 2020, mengumumkan bahwa sebuah kelas metallodrugs (senyawa mengandung logam dan umumnya digunakan untuk mengatasi bakteri), yang saat ini digunakan untuk mengobati penyakit menular lainnya, dapat secara ampuh menekan virus penyebab Covid-19, SARS-CoV-2.

Dilansir dari Tempo.co, menurut para Peneliti dari universitas tersebut, ranitidine bismuth citrate (RBC), sebuah obat antimag yang umum digunakan dan mengandung logam bismut, memperlihatkan kemampuan besar dalam menekan jumlah virus hingga berkurang lebih dari 1.000 kali lipat pada sel yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Pada model hamster Suriah (hamster emas), RBC menekan replikasi SARS-CoV-2 hingga mengurangi jumlah virus lebih dari 100 kali lipat baik pada saluran pernapasan atas maupun bawah, serta meringankan pneumonia yang disebabkan virus.


Advertisement

Dalam mengobati kasus Covid-19 parah pada hamster yang terinfeksi, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok hamster yang diobati dengan Remdesivir, yakni obat antivirus berspektrum luas yang telah dilaporkan kemanjurannya atas SARS-CoV-2, hewan-hewan yang diobati dengan RBC menunjukkan level penanda prognosis maupun kemokin dan sitokin peradangan utama yang jauh lebih rendah.

Lebih lanjut, RBC memperlihatkan cytotoxicity (tingkat kemampuan suatu zat untuk merusak sel) rendah dengan indeks selektivitas yang tinggi di angka 975 jika dibandingkan Remdesivir yang memiliki indeks selektivitas rendah di angka 129. Dalam penilaian cytotoxicity, semakin tinggi indeks selektivitas, maka obat itu semakin aman.

Para Peneliti mengatakan temuan ini memberikan opsi terapi obat yang baru dan sudah tersedia dengan potensi klinis tinggi untuk infeksi Covid-19. Penelitian ini telah diterbitkan di dalam jurnal ilmiah daring Nature Microbiology. Sebuah paten terkait juga telah diajukan di Amerika Serikat.


Advertisement

Sumber: Tempo.co

Image

Koko Muhamad

Image

Koko Muhamad

Redaktur

Image

Reporter