Light Dark

Survei APJII: Hanya 7 Persen Pengguna Internet Punya Wifi di Rumah

Komputer | 10 Nov 2020, 21:00 WIB

Survei APJII: Hanya 7 Persen Pengguna Internet Punya Wifi di Rumah

Komputer | 10 Nov 2020, 21:00 WIB
Ilustrasi WiFi. | telegraph.co.uk

SUKABUMIUPDATE.com - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan hasil survei pengguna Internet periode 2019 hingga kuartal II 2020. Hasilnya, hanya 7,5 persen saja dari pengguna Internet di Indonesia yang menggunakan layanan wireless fidelity atau WiFi di rumah mereka.

"Mayoritas pengguna tidak berlangganan internet tetap di rumah," kata Ketua Umum APJII Jamalul Izza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 9 November 2020.

Sementara, pengguna layanan internet kabel atau ethernet tak jauh berbeda, yaitu 7 persen. Sehingga totalnya, hanya 14,5 persen yang berlangganan internet secara tetap atau menggunakan fasilitas fixed broadband di rumah mereka.

Sebaliknya, sebanyak 97,1 persen pengguna internet di Indonesia membeli paket data dari operator seluler. "Ini tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan penetrasi fixed broadband ke depan," kata Jamal.

Sebelumnya dalam survei ini, APJII telah mengumumkan jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai hampir tiga perempat penduduk, atau 73,7 persen dari total populasi. Ini setara dengan 196,7 juta pengguna.

Sementara itu, survei lainnya dari Markplus Inc sudah menemukan perbedaan konsumsi antara pengguna paket data HP dan fixed broadband ini. Markplus mencatat sebanyak 52,1 persen masyarakat non-Jabodetabek harus menambah pembelian paket data HP mereka selama pandemi Covid-19.

"Karena 68,8 persen pengguna internet di wilayah tersebut belum memasang fixed broadband," kata Associate Business Analyst MarkPlus Inc. Sabrina Iryanti pada Jumat, 4 September 2020.

Menurut Sabrina, ketergantungan masyarakat non-Jabodetabek pada kuota internet seluler membuat 22,9 persen dari mereka mengkonsumsi kuota lebih dari 30 gigabyte hingga unlimited.

Kondisi yang berbeda terjadi pada pengguna internet di Jabodetabek. Sekitar 63,5 persen masyarakat Jabodetabek tidak menambah maupun mengurangi kuota internet seluler bulanan. Sebab, mereka sudah didukung oleh personal WiFi yang sudah terpasang di rumah masing-masing.

Sebelum pandemi, 31,7 persen masyarakat Jabodetabek menghabiskan kuota internet seluler 5 sampai 10 gigabyte. Saat pandemi jumlah kuota yang dipakai relatif sama. "Karena 74,6 persen dari mereka menggunakan WiFi," kata Sabrina.

Sumber: Tempo.co

Image

Koko Muhamad

Redaktur