Light Dark

Jabar Ganti Kendaraan Dinas ke Tenaga Listrik, Ridwan Kamil Beberkan Hitungannya

Mobil | 30 Dec 2020, 11:10 WIB

Jabar Ganti Kendaraan Dinas ke Tenaga Listrik, Ridwan Kamil Beberkan Hitungannya

Mobil | 30 Dec 2020, 11:10 WIB
ilustrasi mobil listrik | freepik

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur jawa barat ridwan kamil (Emil) mengatakan pemerintah provinsi akan bertahap mengganti kendaraan dinas dengan mobil listrik. “Kami jadi provinsi pertama, pemerintah daerah pertama yang secara resmi mengalihkan kebijakan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik,” kata dia, Selasa, 29 Desember 2020.

Dikutip dari tempo.co, ridwan kamil menerima penyerahan tiga unit mobil listrik produksi Hyundai yang akan dipergunakan sebagai kendaraan dinas pertama menggantikan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak. Direktur PT Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha kemarin telah menyerahkan mobil listrik tersebut di Gedung Negara Pakuan, Bandung.

ridwan kamil mengatakan, mobil listrik diklaim lebih hemat. Biaya bahan bakar misalnya, bisa dihemat hanya butuh seperlima dari biaya BBM. kendaraan dinas berupa sepeda motor juga akan bertahap diganti dengan sepeda motor listrik.

“Penghematan biaya (dengan mobil listrik) luar biasa. Untuk 300 kilometer menggunakan BBM itu bisa Rp 300 ribu, tapi kalau dengan kendaraan listrik ini cukup sekitar Rp 50 ribuan kalau dikonversi ke biaya,” kata Ridwan Kamil.

Harga pembeliannya diklaim juga lebih murah. Harga satu unit mobil listrik yang diperoleh hari ini misalnya sekitar Rp 600 juta. Dikutip dari situs Hyundai, mobil listrik IONIQ Electric mempunyai kapasitas sebesar 38,3 kWh dan KONA Electric sebesar 39,2 kWh. IONIQ Electric memiliki efisiensi listrik 0,138 kWh/km dengan jarak tempuh 373 kilometer, sementara KONA Electric 0,150 kWh/km dengan jarak tempuh 345 kilometer.

Ridwan Kamil mengaku sudah mencoba mobil listrik tersebut saat kunjungan kerja ke Garut pada Oktober 2020 lalu. “Kalau untuk pengisian (daya listrik) ini bisa di rumah. Saya sudah coba test drive waktu ke Garut, jadi di Nagreg saat antre tanjakan tidak ada bedanya kendaraan listrik ini dengan yang lain. Yang membedakan hanya dua, tidak pakai bensin dan tidak ada suara,” kata dia.

Dua unit mobil listrik yang diterima pemerintah jawa barat masing-masing akan dipergunakan sebagai kendaraan operasional gubernur dan wakil gubernur. Sementara satu unit lagi untuk operasional kendaraan patwal gubernur.

Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia Sung Jong Ha mengapresiasi kebijakan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. “Kami mengapresiasi upaya Pak Gubernur yang beralih menggunakan kendaraan operasionalnya berupa kendaraan listrik,” kata dia, dikutip dari rilis, Selasa, 29 Desember 2020.

SUMBER: TEMPO.CO

 

Image

Fit NW

Redaktur