Light Dark

Arti Tepuk Tangan 56 Detik Pada Peringatan HKN 2020 di Simpenan Sukabumi

Video | 12 Nov 2020, 10:45 WIB 12 Nov 2020, 10:45 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Semoga apa yang para petugas kesehatan lakukan menjadi amal bakti mereka dan menjadi bentuk ibadah terbaik bagi masyarakat dan negara," ujar Dadang saat membagikan masker kepada masyarakat di Simpang Tiga Bagbagan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/11/2020).

Dijelaskan Dadang, selain pembagian masker, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Simpenan juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjag jarak, mencuci tangan) kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di ruas jalan Simpenan-Palabuhanratu.

"Juga ada kegiatan tepuk tangan 56 detik sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada petugas Covid-19 dalam melaksanakan tugasnya," jelas Dadang.

Dadang mengaku bahwa penyebaran virus corona di Kecamatan Simpenan masih terkendali dan belum banyak masyarakat yang terpapar.

"Alhamdulillah kondisi di wilayah kami masih terkendali, semoga lebih terkendali lagi ke depan. Imbauan kami kepada masyarakat adalah soal kesadaran pencegahan, salah satunya dengan 3 M. Itu modal utama agar terhindar dari Covid-19," terangnya.

Sementara itu, Danramil Palabuhanratu Kapten Inf Budi Hadi Priyadi mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Simpenan membagikan masker kepada pengguna jalan sebanyak 1.500 helai.

"Kami berkolaborasi dengan unsur terkait lainnya termasuk masyarakat sekitar, TNI, Polri, Pramuka, LSM, dan KNPI, bersama bersinergi dilanjutkan tepuk tangan bersama selama 56 detik," timpalnya.

Menurut Budi, di Kecamatan Simpenan masih banyak masyarakat yang kurang sadar dalam penggunaan masker, untuk itu terus dilakukan sosialisasi.

"Kita berupaya terus menyadarkan bahwa sampai sekarang Covid-19 ini belum bisa kita cegah secara maksimal. Hanya kebersamaan, kesadaran, disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak," sambungnya. "Masyarakat harus tau bahwa Covid-19 ini jangan dianggap tidak ada. Sudah banyak yang terpapar dan meninggal dunia khususnya kalau kita melihat di sebaran nasional maupun kabupaten," pungkasnya.

Image

Herlan Heryadie

Image

Herlan Heryadie

Redaktur

Image

NANDI

Reporter