Light Dark

FKDB MoU Pengembangan serta Pembelian Kedelai Nasional dengan Kementan

Keuangan | 04 Jan 2021, 12:43 WIB

FKDB MoU Pengembangan serta Pembelian Kedelai Nasional dengan Kementan

Keuangan | 04 Jan 2021, 12:43 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo melaksanakan penandatanganan MoU tentang produksi, industri, trading dan komsumsi kedelai. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melaksanakan rapat koordinasi yang dilanjutkan penandatanganan MoU terkait produksi, industri, trading dan konsumsi Kedelai. MoU dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan beberapa pihak terkait, termasuk didalamnya H. Ayep Zaki S.E sebagai penanda tangan MoU atas nama Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB).

Rapat koordinasi dan penandatanganan MoU tentang persoalan produksi, industri, trading dan konsumsi Kedelai Bertempat di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Jakarta, Senin (4/1/2021).

Dalam kegiatan itu, Menteri Syahrul Yasin Limpo menyampaikan mengenai situasi kondisi produksi Kedelai nasional yang tingkat produktivitasnya masih rendah bila dibandingkan kedelai impor.

Di Indonesia saat ini rata-rata produktivitas kedelai nasional 1,5 ton per hektar, sementara produksi kedelai impor diatas 3,5 - 4 ton per hektar. Juga kondisi harga kedelai impor saat ini yang melambung tinggi di pasaran akibat dari masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum FKDB  Ayep Zaki juga memberikan pernyataan yang difokuskan kepada beberapa hal mengenai solusi dari kondisi saat ini yaitu, pertama adalah mengusulkan agar para petani di Indonesia diberikan pelatihan oleh Kementan RI agar menjadi petani-petani berjiwa "Petarung" sehingga dalam berhadapan dengan berbagai situasi kondisi memiliki karakter yang kuat untuk bisa tetap bertahan.

Kedua, menurunkan harga pokok produksi dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang dimiliki untuk meningkatkan secara maksimal potensi produktivitas kedelai nasional. Ketiga, mengusulkan untuk melakukan reformasi mengenai kedudukan tanah yang menjadi salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi harga pokok produksi kedelai nasional.

Image

Andri Somantri

Redaktur