Light Dark

21 Keluarga Mengungsi, Rumah Retak Akibat Pergerakan Tanah di Gunung Beser Nyalindung Sukabumi

Sukabumi | 07 Jan 2021, 08:48 WIB
Bencana pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, membuat warga harus mengungsi. Sebab pergerakan tanah di kaki Gunung Beser itu terus meluas membuat tanah retak dan rumah rusak. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana Pergerakan Tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, terus meluas. Warga di kaki Gunung Beser tersebut sudah mulai mengosongkan rumahnya untuk mengungsi. 

P2BK Kecamatan Nyalindung, Ahmad menjelaskan, bencana ini mulai terjadi pada 13 Desember 2020 lalu dan hingga sekarang masih terus berlangsung. Pergerakan tanah ini terjadi di RT 01 dan 02 di RW 02 Kampung Ciherang. 


Advertisement

BACA JUGA: Huntara di Lahan Pinjaman, Asa Korban Pergerakan Tanah Kertaangsana Sukabumi

Menurut dia, Pergerakan Tanah itu menyebabkan tanah retak dengan kedalaman bervariatif 1 hingga 3 meter. Tak hanya itu, dinding dan lantai rumah warga pun belah.

Ahmad menyatakan, tercatat satu unit rumah mengalami rusak berat kemudian rusak sedang satu unit dan 10 rumah terancam.

"Karena takut terjadi susulan, warga mengantisipasi dengan mengungsi. Kalau malam mereka mengosongkan rumah dan siangnya kembali, bahkan sebagian barang sudah dibawa," jelas Ahmad.


Advertisement

Menurut dia, yang sudah mengosongkan sudah 19 rumah terdiri 21 Kepala Keluarga. Hingga kini Pergerakan Tanah terus terjadi membuat retakan semakin memanjang.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

 

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

Andri Somantri

Redaktur

Image

RAGIL GILANG

Reporter