Light Dark

Hoaks, Narasi yang Menyebut Jokowi Beri Isyarat Siap Mundur Usai Lebaran

Cek Fakta | 04 May 2022, 11:33 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo saat di Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu, 20 April 2022. Kekinian beredar hoaks soal narasi Jokowi beri isyarat siap mundur usai Lebaran. | Setkab RI

SUKABUMIUPDATE.com - Isu politik Indonesia kerap mewarnai media sosial. Salah satu isu yang tengah berkembang akhir-akhir ini adalah narasi mengenai Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang disebut memberi isyarat siap mundur pasca Idulfitri atau Lebaran.

Narasi tersebut berkembang dari sebuah tangkapan layar yang diunggah di media sosial, salah satunya oleh sebuah akun Twitter. Narasi ini diunggah pada 27 April 2022. Tampak pemilik akun mengunggah tangkapan layar dari sebuah artikel yang mencantumkan nama media Kompas, dengan tanggal rilis pada 26 April 2022.


Advertisement

"Jokowi beri isyarat nampaknya akan mundur sehabis Lebaran ini. Kegagalan membayar utang dan kemarahan rakyat akan kabinetnya gagal kelola negara adalah faktor utamanya," begitulah keterangan yang tertera, dikutip pada Ahad, 1 Mei 2022.

Bukan hanya itu, pemilik akun juga menyertakan sebuah caption mendampingi tangkapan layar artikel dengan foto Jokowi tersebut. "Semoga 2022," tulisnya. Namun, benarkah narasi yang beredar tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran, klaim yang tertera pada tangkapan layar tersebut tidak berdasarkan fakta. Tidak ditemukan pula sumber informasi yang resmi dan valid mengenai isyarat Jokowi akan mengundurkan diri setelah Lebaran.


Advertisement

Tidak hanya itu, ketika dilakukan penelusuran pada indeks artikel Kompas.com unggahan tanggal 26 April 2022, hasilnya tidak ditemukan artikel dengan narasi tersebut.

KESIMPULAN

Dengan demikian, klaim yang tengah beredar di media sosial mengenai isyarat Jokowi mundur pasca Lebaran adalah tidak berdasar. Faktanya tak ditemukan informasi resmi dan valid mengenai hal tersebut. Informasi ini dikategorikan sebagai hoaks dengan jenis konten yang dimanipulasi alias manipulated content.

Sebagai informasi, manipulated content biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Biasanya pembuat konten sengaja mengedit informasi yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur