Light Dark

Warga Cibinong Cianjur Keracunan Massal Usai Santap Menu Bukber

Jawa Barat | 24 Apr 2022, 16:41 WIB
Ilustrasi keracunan. Warga Kampung Rancailat, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur keracunan usai memakan menu bukber. | Istimewa/Freepik

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan warga Kampung Rancailat, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Keracunan usai menyantap menu buka puasa bersama (bukber) di salah satu masjid di daerah tersebut.

Dilansir dari suara.com, dalam acara itu setiap warga membawa masing-masing menu buka puasa dan dikumpulkan di panitia acara untuk disantap bersama.


Advertisement

Namun, usai warga mengikuti buka bersama dan menyantap hidangan yang telah ada sejumlah warga mengalami gejala Keracunan seperti mual, pusing, muntah hingga diare.

Kepala Desa Panyindangan, Deden Selamet mengatakan sebanyak 47 warga setempat alami gejala Keracunan menu buka puasa.

"Kegiatan buka bersama yang digelar warga setempat itu merupakan tradisi rutin warga setiap bulan puasa yang bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar warga setempat," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (24/4/2022).

Keracunan massal itu, kata dia, diduga dari salah satu makanan atau minuman yang disajikan para warga. Namun, ia belum dapat memastikannya. "Sudah ditangani dan sisa makanan dan minuman yang disajikan saat berbuka puasa tersebut sudah dibawa pihak puskesmas untuk diuji laboratorium," jelasnya.


Advertisement

Sementara itu, Dokter Puskesmas Sindangbarang, Hendro Gunawan mencatat ada sebanyak 47 orang yang mengalami keracunan, 17 warga diantaranya menjalani rawat inap dan 30 orang lainnya menjalani rawat jalan.

"Ke 47 orang, yang dibawa ke Puskesmas itu rata-rata mengalami gejala yang sama, seperti pusing, mual, muntah dan diare. Dugaan sementara, akibat Keracunan makanan," katanya.

Hendro mengungkapkan, saat ini kondisi warga yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas setempat terus mengalami perbaikan.

"Kondisinya terus membaik, dan sudah ada yang diperbolehkan pulang. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengirimkan sampel sisa makanan dan minuman yang dikonsumsi warga ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda).

SUMBER:SUARA.COM/KONTRIBUTOR:FAUZI NOVIANDI

Image

Admin SUpdate

Image

Andri Somantri

Redaktur