Light Dark

Heboh Getaran, 2 Hari Ini Warga Selajambe Cisaat Sukabumi Juga Dengar Gemuruh

Sukabumi | 23 Apr 2022, 15:14 WIB
Suasana di Kampung Selajambe RT 17/06 Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Warga sekitar heboh dengar suara gemuruh dan rasakan getaran. | SU/Riza

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Selajambe RT 17/06 Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dihebohkan karena mendengar suara gemuruh dan rasakan getaran dari dalam tanah dalam dua hari terakhir ini.

Salah satu warga Sasi Johar (26 tahun) mengatakan suara gemuruh dan getaran itu terdengar dan dirasakannya sejak Jumat pagi 22 April 2022.


Advertisement

"Sudah dua hari, pertama saya juga kurang ngeuh, kurang dianggap, cuman penasaran tanya ke tetangga ternyata sama dengar juga," kata Sasi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (23/4/2022).

Sasi menuturkan, waktu adanya getaran dan suara gemuruh yaitu setelah matahari terbit sekitar pukul 06.00 sampai pukul 10.00 WIB.

"Kaya gemuruh tapi ada getarannya. Warga juga merasakan. Makanya saya juga tanya-tanya dulu takutnya saya doang yang merasakan, ternyata warga lain juga sama mendengarkan," ungkapnya.


Advertisement

Baca Juga :

Dia dan warga lainnya merasa heran dengan adanya kejadian tersebut, sebab di lingkungan perkampungannya jauh dari jalan raya bahkan tidak ada bangunan pabrik.

"Makanya aneh juga. Di sini hanya Perkampungan sama kolam dan sawah, takutnya apa dari gunung gede atau gunung salak gitu ya," katanya.

"Suaranya bisa dibilang dari dalam tanah soalnya lagi ngasih pakan ikan di kolam kerasa gemetar sama gemuruhnya, kalau di sawah terasanya lebih gede beda pas di dalam rumah," sambungnya. 

Meski begitu, Sasi menyebut tidak ada kerusakan ataupun retakan-retakan di kampungnya, hanya warga merasa bingung ataupun heran dengan munculnya fenomena itu.

"Kalau siang nggak ada, paling kemarin jarang cuman selewat doang. Durasi yang hari ini terus-terusan ada aja yang gemuruhnya. Nggak berhenti-henti, saya dan warga cuman merasakan dan ingin tau apakah di tempat lain merasakan juga, makanya saya tanya di FB," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, terkait fenomena alam ini apakah bisa dijelaskan secara ilmiah, sukabumiupdate.com sedang mencoba menghubungi pihak Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Image

Riza

Image

Denis Febrian