Light Dark

Luka Kecil Cukup Betadine, Korban Sebut Hoax: Ibu Gorok Anak Gara-gara Sahur

Nasional | 18 Apr 2022, 16:52 WIB
Ilustrasi.Polisi mengklarifikasi narasi video viral di media sosial ibu gorok leher anaknya sendiri. Dalam video tersebut memperlihatkan anak perempuan sedang menangis dengan luka di leher. | pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi mengklarifikasi narasi video viral di media sosial ibu gorok leher anaknya sendiri. Dalam video tersebut memperlihatkan anak perempuan sedang menangis dengan luka di leher. 

Mengutip berita tempo.co, narasi yang menyertai video itu menyebutkan si anak luka akibat digorok oleh ibunya itu tidak benar. Padahal, faktanya, anak tersebut tidak sengaja tertusuk pisau ibunya yang sedang memotong lontong. 


Advertisement

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat ibu inisial Y dengan anaknya inisial M sedang mempersiapkan makan sahur. Lokasi kejadian terjadi di Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, pada Jumat, 15 April 2022 sekitar pukul 03.30 WIB.

"Saat itu ibunya sedang mempersiapkan makan sahur bersama anaknya, ibu ini sedang memotong lontong dengan pisau kecil dan tidak sengaja mengenai leher anaknya yang ada di dekat nya, hingga mengeluarkan darah," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 April 2022.

Sang ibu panik melihat anaknya berdarah akibat pisau langsung keluar rumah mencari bantuan tetangga. anak itu akan dibawa ke RS Haji Pondok Gede oleh ibunya. 

"Saat keluar rumah akan dibawa ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede, ada warga yang mengambil video dan diviralkan dengan berita tidak benar bahwa 'anak membangunkan sahur, ibu nya gorok leher'," jelas Budi.


Advertisement

Sementara itu, anak telah ditangani oleh pihak rumah sakit. Budi mengatakan, anak perempuan itu hanya mengalami luka kecil. "Hanya mengalami luka kecil dan diberikan obat betadine dan langsung pulang ke rumah," katanya.

Sang anak telah memberikan video klarifikasi di akun media sosial TikTok nya bahwa video viral tidak benar atau Hoax. Adapun tidak ada unsur pidana dalam peristiwa ini. 

SUMBER: TEMPO.CO (NIKEN NURCAHYANI)

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur