Light Dark

Apakah Puasa Ramadan Hukumnya Tetap Sah Jika Tidak Sahur? Ini Jawabannya

Gaya Hidup | 16 Apr 2022, 00:00 WIB
(Ilustrasi) Makan sahur menjadi kegiatan yang dilakukan di bulan ramadan oleh orang yang akan melaksanakan ibadah puasa | Pixabay mohamed_hassan

SUKABUMIUPDATE.com - Makan sahur menjadi kegiatan yang dilakukan di bulan Ramadan oleh orang yang akan melaksanakan ibadah puasa.

Namun, karena dilakukan saat dini hari, beberapa orang pasti pernah melewatkan makan sahur karena terlalu pulas tidur.


Advertisement

Lalu, apakah boleh melakukan puasa tanpa melakukan sahur? Apakah hukumnya puasa yang dilakukan tersebut?

Melansir dari Tempo.co, Ustadz Irfan Supandi dalam bukunya berjudul Ensiklopedi puasa yang diterbitkan oleh Indiva Pustaka pada tahun 2008 menulis bahwa sahur sebagai aktivitas makan dan minum di malam hari mulai tengah malam hingga sebelum subuh hukumnya adalah sunnah bagi orang yang hendak berpuasa.

Baca Juga :

Jadi, puasa yang dilakukan tanpa sahur tetap sah karena hukum sahur sebatas sunnah, bukan wajib. Tetapi, bagi kamu yang menjalani puasa sebaiknya tetap melakukan sahur untuk membantu mengatur stamina tubuh di siang hari saat sedang berpuasa.


Advertisement

Oleh karena itu, sahur harus diusahakan meskipun hanya dengan sesuap makanan atau seteguk air. Rasulullah saw juga memerintahkan umat Muslim untuk sahur. 

“Makan sahurlah kamu, karena dalam makan sahur terdapat berkah! (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis lain juga dianjurkan untuk melakukan sahur walau hanya seteguk air. 

“Bersahur itu berkah, maka janganlah kamu tinggalkan walau seseorang diantara kamu hanya seteguk air. Karena Allah dan para malaikat-Nya akan mengucapkan shalawat pada orang-orang yang bersahur,” (HR. Ahmad).

photoRamadan Sahur dengan Makanan Tepat - (Katakatabijak.com)

Keberkahan Melaksanakan Makan Sahur

Dalam kitab Is’afu Ahl al-Iman bi Wadza’if Syahri Ramadhan (hal. 59-60), Syekh Hasan al-Masyath menjelaskan secara logis dan sistematis hikmah di balik kesunahan sahur tersebut. Inilah yang dimaksud dengan ‘memperoleh keberkahan’ sebagaimana hadits di atas. 

Menurutnya, Rasulullah SAW telah menganjurkan sahur, dan sebagai sunnahnya, umat Islam pun mengikutinya. Andai saja Rasulullah tidak sahur, umatnya pun akan demikian karena menganggap ‘tidak sahur’ sebagai sunnahnya.

Namun, Nabi mengerti bahwa sahur merupakan bentuk kasih sayang terhadap umatnya, sehingga beliau melakukannya dan dijadikan anjuran bagi orang yang hendak berpuasa.

Baca Juga :

Dengan sahur, maka seorang hamba akan lebih memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas pada siang hari. Jangan sampai bulan Ramadan yang banyak dianjurkan ibadah, justru disia-siakan begitu saja karena seharian tubuh lemas sebab tidak sahur di malam harinya.

Selain itu sahur yang lebih utama dilakukan di akhir malam juga memiliki alasan tersendiri. Dilansir dari laman bisnis.com, orang yang selesai sahur akan menunggu waktu subuh tiba.

Saat-saat menunggu subuh itulah bisa digunakan untuk beribadah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an atau pun zikir lainnya.

Dengan kata lain, pengakhiran sahur adalah upaya agar kita bisa beribadah di waktu sepertiga malam. Waktu paling istimewa untuk bermunajat kepada Allah swt. Terlebih untuk meraih malam lailatul qadar. 

Sumber: TEMPO.CO/NAUFAL RIDHWAN ALY

Image

Admin SUpdate

Image

Dede Imran