Light Dark

Terlibat Perang Sarung, Belasan Remaja di Sagaranten Sukabumi Diberi Pembinaan

Sukabumi | 09 Apr 2022, 01:09 WIB
Forkopimdes Sinarbentang Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi saat mengumpulkan 12 remaja di Kantor Desa. Belasan remaja itu ketahuan terlibat perang sarung. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Fenomena perang sarung yang sedang marak dilakukan para remaja ternyata tak hanya dijumpai di kota besar. Kegiatan yang dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan ramadan ini rupanya merambah ke pedesaan. Teranyar terjadi di Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Menurut keterangan warga, aksi tawuran yang dilakukan gerombolan remaja itu terjadi di Kampung Puncak Kaung, Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi pada Kamis 7 April 2022 sekira pukul 22.30 WIB.


Advertisement

"Jumlah mereka sangat banyak. Saya pun mengajak warga lain untuk membubarkan mereka," kata Ahmad warga sekitar yang juga saksi mata kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga :

Ahmad mengatakan, mereka bubar setelah dilerai oleh warga dan dirinya. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa.


Advertisement

"Yang menerima laporan tersebut Kepala Desa Sinarbentang, Sugandi. Ia langsung ke lokasi kejadian namun mereka sudah pada bubar. Sebagian dari gerombolan remaja tersebut kami mengenalinya," ujar Ahmad.

Terpisah, Bhabinkamtibmas Sinarbentang, Polsek Sagaranten, Brigadir Indra Permana, membenarkan adanya perang sarung di wilayah hukumnya.

"Betul, namun hanya pakai sarung tidak pakai alat, dan tidak ada korban," katanya.

Khawatir kejadian tersebut terulang, Indra bersama Kepala Desa Sinarbentang Sugandi, Babinsa Sertu Arman Lubis, Kadus, Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat kemudian melakukan pembinaan terhadap para remaja yang terlibat perang sarung tadi malam tersebut, dengan mengundang mereka ke kantor Desa Sinarbentang hari ini Jumat (8/4/2022).

Mereka yang diundang sebanyak 12 remaja didampingi orangtua atau walinya untuk mendapat pembinaan serta pengarahan.

Indra menuturkan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memberikan rasa aman dan situasi yang kondusif bagi masyarakat, apalagi dalam menjalankan ibadah puasa.

"Kami juga mengintensifkan patroli pada jam-jam rawan selama Ramadan 2022 untuk menekan terjadinya tindakan kriminalitas berupa pencurian hingga tawuran remaja," ujarnya.

"Kejadian tadi malam saya harap untuk terakhir kalinya, kami mengajak kepada para orang tua, mari kita awasi anak secara bersama-sama terutama ini tugas kedua orangtua yang harus memberikan perhatian lebih," pungkasnya.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Denis Febrian