Light Dark

Bareskrim Polri Tetapkan Saifuddin Ibrahim Tersangka Penistaan Agama

Nasional | 30 Mar 2022, 12:12 WIB
Sosok pria yang mengaku sebagai pendeta, Saifudin Ibrahim yang meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Al Quran. | Tangkapan layar Youtube/Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Bareskrim Polri menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka atas dugaan kasus penistaan agama.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Kasus ini, katanya, ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.


Advertisement

"Saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Siber," kata Dedi dikutip dari suara.com--jejaring sukabumiupdate.com, Rabu (30/3/2022).

Pada Jumat, 18 Maret 2022, Saifuddin Ibrahim dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dia dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama terkait pernyataannya meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Qur'an.

Baca Juga :

Laporan ini telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022. Pelapor dalam kasus ini atas nama Rieke Vera Routinsulu.


Advertisement

Dalam laporannya, Rieke mempersangkakan Saifuddin dengan Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat (1), Ayat (2) dan/ atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

"Kita berharap kasus ini bisa ditindak tegas, kita sudah bikin laporan di Bareskrim Polri. Kita berharap bahwa laporan ini segera diproses supaya tidak menimbulkan kegaduhan luas di masyarakat," kata Husin Alwi Shihab selaku saksi pelapor di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022).

Ada di Amerika Serikat

Berdasar hasil penyelidikan awal, penyidik menduga Saifuddin berada di Amerika Serikat. Dedi mengatakan penyidik akan berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, hingga Federal Bureau Of Investigation (FBI).

"Dugaan keberadaan saudara SI di Amerika Serikat," ujar Dedi.

Di sisi lain, kata Dedi, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ahli. Di antaranya; ahli Bahasa, ahli Sosiologi Hukum, ahli Agama Islam, dan ahli Hukum Pidana.

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Denis Febrian