Light Dark

Kesal Sering Banjir, Warga Ujunggenteng Sukabumi Tebar Ikan di Jalan Provinsi

Sukabumi | 25 Feb 2022, 11:13 WIB
Sejumlah warga Kampung Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi saat berburu ikan mas yang sengaja ditebar sebagai bentuk protes sering terjadinya banjir di jalan provinsi ruas Surade Ujunggenteng. | Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Ditengah derasnya hujan, sejumlah warga Kampung Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi malah asyik berburu ikan mas di tengah jalan Provinsi ruas Surade-Ujunggenteng yang tergenang banjir, Jumat (25/2/2022) pagi. 

Selain dengan tangan kosong, warga juga ada yang menggunakan serokan hingga jaring dalam aksi menangkap ikan mas yang sengaja ditebar di genangan banjir tersebut.


Advertisement

Usut punya usut ternyata aksi "Ngabeudahkeun" warga ini adalah salah satu bagian dari aksi protes kekesalan warga atas langganannya banjir di lokasi tersebut namun tidak pernah ada tindakan dari pemerintah.

"Kalau ngubek laut tidak bisa, makanya ngubek genangan air hujan saja, dengan ditanami ikan mas," seloroh Ucha (42 tahun), warga setempat penebar ikan mas di jalan tersebut kepada Sukabumiupdate.com.

Baca Juga :


Advertisement

Menurut Ucha, sebanyak 20 kilogram ikan mas yang ia sengaja tebarkan itu tidak hanya sebagai bentuk protes terkait penanganan banjir, tapi juga sebagai bentuk protes terhadap masalah penataan bangunan hingga alih fungsi lahan.

"Ini sebagai aksi protes, agar pihak-pihak terkait bertindak untuk menyelesaikan permasalahan banjir. Baik masalah penataan bangunan, drainase, atau alih fungsi lahan untuk diselesaikan," pungkasnya.

photoMomen puluhan ikan mas ditebar di jalan Provinsi ruas Surade-Ujunggenteng yang tergenang banjir. - (Ragil Gilang)

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun sukabumiupdate.com, titik banjir di ruas jalan Provinsi tersebut memiliki panjang kurang lebih 150 meter.

Selain tidak adanya drainase dan banyak bangunan yang menghambat saluran air, di jalan yang merupakan akses wisata dan menuju tempat pelelangan ikan tersebut juga banyak lubang sehingga muncul genangan air.

Ketinggian air saat banjir di lokasi itu bisa mencapai 15 hingga 20 sentimeter.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Denis Febrian