Light Dark

Pariwisata Bangkit Pasca Pandemi, Komisi II DPRD Jabar Ungkap Masa Adaptasi

Jawa Barat | 26 Jan 2022, 11:26 WIB
Anggota Komisi II DPRD Jabar (Hendar Darsono - kiri) usai rapat bahas masa depan pariwisata pasca pandemi di Cirebon beberapa waktu lalu | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Lebih dari 2 ribu usaha pariwisata di Jawa Barat terdampak pandemi covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020 silam. Saat ini pemerintah daerah dan Komisi II DPRD Jabar tengah mengejar target capaian vaksinasi di sektor pariwisata dan membuat peta program percepatan pemulihan ekonomi di tatar sunda. 

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Hendar Darsono mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari pemerintah provinsi, ada kurang lebih 2.768 usaha pariwisata terdampak pandemi. Data ini direkap Dinas Pariwisata Jawa Barat sejak tahun 2020, saat pembatasan ketat dilakukan guna mencegah penularan virus corona.

Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat ini, dari 2 ribu lebih yang terdampak, 467 merupakan destinasi wisata yang tersebar di seantero Jawa Barat. Ada 1.076 hotel, 404 restoran, 626 usaha ekraf (ekonomi kreatif) dan 251 biro perjalanan.


Advertisement

"Rata-rata mengalami penurunan pendapatan cukup signifikan. Kami masih berusaha mencari tahu data soal dampaknya ke tenaga kerja seperti PHK dan lainnya. Yang jelas usaha pariwisata di Jabar cukup terpukul selama pandemi," ungkap Hendar.

photoRapat kerja Komisi II DPRD Jabar dan Dinas Pariwisata di Cirebon, 11 Januari 2022 lalu - (istimewa)

Baca Juga :


Advertisement

Pria yang berangkat jadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Sukabumi ini, menjelaskan bahwa saat ini tengah melewati fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan dan normalisasi. Kesiapan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting.

Pemerintah juga, lanjut Hendar terus mensosialisasikan cara wisata sehat di seluruh destinasi yang ada di Jawa Barat. "Wisata di masa mendatang tak hanya indah, nyaman dan murah tapi juga wajib sehat. ungkap pria yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi ini lebih jauh.

Ada empat strategi yang akan dijalankan untuk pemulihan ekonomi khususnya sektor pariwisata lanjut Hendar, Pertama memperbaiki akses, kedua membuat destinasi wisata baru, ketiga menggelar event tourism summit dan keempat mengakselerasi desa wisata.

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur