Light Dark

Cara Dinsos Kota Sukabumi Ungkap Identitas Pria yang Salat di Tengah Jalan

Sukabumi | 25 Jan 2022, 19:00 WIB
Dinsos Kota Sukabumi dan Pemdes Kadununggal yang menemukan AS, pria yang salat di tengah jalan Ahmad Yani, tak jauh dari Masjid Agung Kota Sukabumi, Senin (25/1/2022). | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi melakukan penanganan terhadap pria yang melakukan gerakan Salat di tengah Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (24/1/2022) kemarin. 

Belakang diketahui kalau pria tersebut tercatat sebagai seorang santri di sebuah ponpes di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Dia berada di ponpes tersebut agar depresinya sembuh.


Advertisement

Baca Juga :

Fungsional Pekerjaan Sosial (Peksos) Dinas Sosial Kota Sukabumi Suherman mengatakan, pria tersebut sudah dijemput Kepala Desa Kadununggal. Hal itu dilakukan setelah Dinsos melacak dari identitas pria tersebut.

“Setelah kita bawa kemarin ke kantor dan melakukan penanganan kita periksa dia dan ternyata ada identitasnya yang merupakan warga Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi," ujarnya Selasa (25/1/2022).

Lebih lanjut Suherman menuturkan setelah adanya identitas pihaknya langsung menghubungi pihak Desa Kadununggal. "Akhirnya pukul 16.00 WIB pria yang diduga ODGJ tersebut dijemput dengan menggunakan mobil oleh jajaran aparat desa," jelasnya. 


Advertisement

Sementara itu,  Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Agus Wawan Gultom mengatakan, pihaknya hanya melakukan penertiban terkait ODGJ berkeliaran di Kota Sukabumi.

"Kita sebetulnya sudah kerjasama tentang penanganan ODGJ ini dan liding sektornya Dinas Kesehatan kemudian ada Dinas Sosial, Satpol PP terakhir Rumah sakit. Jadi untuk penanganannya kita yang melakukan penertiban diawal lalu koordinasi bersama pihak Dinsos, kalaupun ODGJ yang sakit baru kita bawa ke Rumah Sakit," tambahnya. 

Adapun kesulitan untuk penanganan ODGJ tidak beridentitas serta tak jelas saat diajak komunikasi.

"Kesulitan di lapangan itu kita tidak menemukan identitasnya, kadang kita tanya langsung kepada ODGJ nya langsung kita tanya A jawabnya B. Nah ini yang repot nya.Tapi kalau kita menemukan identitasnya kita tinggal panggil pihak keluarganya," jelasnya.

Image

Riza

Image

Andri Somantri

Redaktur