Light Dark

Kenapa Pedas Terasa Membakar Mulut?

Science | 21 Jan 2022, 10:21 WIB
Kenapa Pedas Terasa Membakar Mulut | Unsplash

SUKABUMIUPDATE.com - Memakan makanan yang Pedas memang memiliki sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Keringatan, air mata, hingga sensasi panas pada perut terkadang kita rasakan ketika memakan makanan Pedas tersebut.

Kebanyakan dari kalian pasti akan langsung meneguk minuman dengan harapan menghilangkan sensasi Pedas tersebut yang terasa membakar mulut.


Advertisement

Namun, ada juga yang memilih minum susu karena dapat meredakan sensasi Pedas dengan cepat.

Apa yang menyebabkan perut dan mulut terasa panas setelah makan makanan pedas?

Pedas sebenarnya bukan bagian dari rasa, akan tetapi Pedas merupakan sensasi terbakar atau sakit pada bagian tubuh seperti mulut, hidung, perut dan lainnya.

Sensasi ini datang dari salah satu senyawa yang terkandung dalam cabai yang bernama Capsaicin.


Advertisement

Kandungan capsaicin dalam cabai ternyata dapat terikat pada reseptor rasa nyeri yang ada di hampir seluruh tubuh kita yang disebut dengan TRPV1 (transient potential vanilloid 1).

TRPV1 Capsaicin TC

Setelah capsaicin terikat (kita sebut saja TC), TRPV1 akan mengirimkan sinyal khusus pada otak yang diterjemahkan sebagai rasa sakit atau rasa terbakar yang kita kenal dengan sensasi pedas.

TRPV1 pada mulut menyebabkan sensasi Pedas yang membakar mulut. Sementara TRPV1 pada perut menyebabkan perut terasa panas setelah memakan makanan pedas. TRPV1 ini juga terdapat pada kulit.

Baca Juga :

Inilah mengapa setelah memakan makanan Pedas menggunakan tangan, kamu akan merasakan tangan terasa panas.

Apalagi jika tangan tersebut tak sengaja menyentuh mata, otomatis TRPV1 pada mata juga akan beraksi dan menyebabkan mata menjadi perih.

Mengapa susu dapat meredakan sensasi panas?

photoIlustrasi kandungan molekul non-polar dalam Susu - (Unsplash)

Molekul capsaicin memiliki struktur dengan ujung ekor hidrokarbon yang Panjang. Ekor hidrokarbon panjang ini menjadikan capsaicin cenderung memiliki sifat non-polar.

Susu juga ternyata memiliki kandungan molekul non-polar di dalamnya. Oleh karena itu, molekul capsaicin yang terikat pada TRPV1 ini akan terlepas.

Capsaicin lalu akan berikatan dengan molekul-molekul non-polar dalam susu mengikuti prinsip “like dissolve like”.

Inilah mengapa meminum susu dapat meredakan sensasi Pedas yang kita rasakan baik pada mulut maupun pada perut dengan cepat.

Apakah meminum air bisa memberikan efek serupa?

photoIlustrasi molekul air yang bersifat polar - (iStock)

Meminum air saja sebenarnya tidak cukup untuk meredakan sensasi Pedas dengan cepat. Karena molekul air sendiri bersifat polar. Sehingga tidak dapat berikatan dengan capsaicin yang mana bersifat non-polar. Tapi bila air yang diminum sangat banyak, sensasi Pedas dapat berkurang.

Pasalnya, asupan air yang banyak berperan dalam menurunkan kadar capsaicin pada cairan didalam perut. Dalam ilmu kimia, konsep ini disebut dengan istilah pengenceran.

Image

Admin SUpdate

Image

Noity