Light Dark

Dampak Gempa Banten: Rumah, Sekolah dan dan Puskesmas di Pandeglang Ambruk

Nasional | 15 Jan 2022, 08:40 WIB
Rumah warga Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten ambruk akibat gempa, Jumat (14/1/2022) sore. | Suara.com/Oki Faturrohman

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa bumi dengan kekuatan 6,7 Magnitudo mengguncang Banten (14/1/22). Bencana tersebut terasa sampai Sukabumi hingga Jakarta. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate data gembar 6,6 magnitudo berada di 7,01 LS,105,26 BT 52 km Barat Daya Sumur, Pandeglang, Banten dengan kedalaman 40 KM.

Dari bencana tersebut sejumlah bangunan yang ada di Wilayah Banten dan daerah sekitarnya ambruk dan rusak. Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto menyampaikan data update Gempa Banten hingga pukul 19.00 WIB. Berdasarkan data dari Polres Pandeglang terdapat 54 unit rumah yang mengalami kerusakan.


Advertisement

Tidak hanya itu, satu unit puskesmas, tiga unit sekolah dan dua unit musala pun turut mengalami kerusakan pasca Gempa terjadi, Jumat (14/1/2022). "Untuk wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang terdapat beberapa kerusakan diantaranya terjadi di Kecamatan Cibaliung dengan kerusakan 1 unit sekolah, Kecamatan Cimanggu dengan 8 unit rumah, Kecamatan Mandalawangi 1 unit rumah, Kecamatan Angsana 3 unit rumah, Kecamatan Cikeusik 1 unit rumah, 1 unit sekolah, serta 1 musala. Selanjutnya Kecamatan Sumur 8 unit rumah, 1 sekolah, 1 puskesmas," ungkap Rudy saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (14/1/2022) malam.

Selain itu, dikatakan Rudy, juga terdapat kerusakan di Kecamatan Saketi sejumlah 5 unit rumah. Kemudian, di Kecamatan Jiput 3 unit rumah, Kecamatan Banjar 1 unit rumah, Kecamatan Bojong 1 musala, Kecamatan Cigeulis 1 unit rumah, Kecamatan Picung 3 unit rumah, Kecamatan Patia 4 unit rumah, Kecamatan Panimbang 3 unit rumah, Kecamatan Pulosari 2 unit rumah, Kecamatan Labuan 1 unit rumah, Kecamatan Carita 1 unit rumah, Kecamatan Munjul 4 unit rumah dan Kecamatan Pagelaran 5 unit rumah.

Rudy mengimbau kepada seluruh masyarakat Banten, khususnya di wilayah yang terdampak Gempa agar tidak panik. Namun, dikatakan Rudy, tetap waspada dan berhati-hati. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan berhati-hati, apabila ada Gempa susulan, masyarakat harus bisa menyelamatkan diri ke wilayah yang lebih aman, situasi saat ini sudah aman dan kondusif," tutup Rudy.

Kasi Data dan Stasiun Meteorologi pada BMKG Serang, Tarjono mengatakan, Gempa Banten tidak berpotensi tsunami. "Warga Banten diminta tetap tenang dan tetap waspada," dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.


Advertisement

Adapun beberapa wilayah yang terasa Gempa bumi diantaranya, 52 km Barat Daya Sumur, 71 km Barat Daya Muara Binuangeun, 95 km Barat Daya Labuan, 141 km Barat Daya Serang dan 197 km Barat Daya Jakarta.

SUMBER: Suara.com

Image

Admin SUpdate

Image

Reza Nurfadillah