Light Dark

9 Superkomputer dengan Kecepatan Tertinggi, 4 Milik Amerika

Komputer | 21 Dec 2021, 21:45 WIB
Superkomputer memiliki kecepatan komputasi yang sangat tinggi. | wallpapercave.com

SUKABUMIUPDATE.com - Superkomputer merupakan gadget super canggih yang memiliki Kecepatan komputasi luar biasa, jauh di atas rata-rata komputer biasa.

Karena memiliki Kecepatan yang super tinggi, maka Superkomputer pun memiliki bentuk yang sangat besar berbeda dengan komputer biasanya.

Oleh karena itu, pembuatan Superkomputer memakan biaya yang sangat besar. Alhasil hanya beberapa negara saja yang mampu untuk menciptakan gadget satu ini.


Advertisement

Superkomputer ditujukan untuk membantu dalam berbagai bidang seperti militer, industri, ekonomi hingga kesehatan.

Hingga saat ini, Amerika Serikat mendominasi kepemilikan Superkomputer tercepat di dunia. Pada artikel ini kamu akan mengetahui sembilan Superkomputer tercepat di dunia.

1. Fugaku, Jepang


Advertisement
photoFugaku - (Kyodo)

Meskipun Amerika Serikat mendominasi, nyatanya Fugaku miliki Jepang dinobatkan sebagai Superkomputer tercepat. Fugaku diharapkan dapat membantu dalam penelitian virus COVID-19.

Superkomputer ini dibuat dan dikembangkan oleh Perusahaan Teknologi ternama Fujitsu bersama Badan Riset Sains dan Komputer Jepang, RIKEN.

Pada tahun 2014, Fugaku mulai dikembangkan. Fugaku pada saat itu direncanakan menjadi penerus Superkomputer Jepang lain, K Computer.

Fugaku memiliki Kecepatan komputasi 442 PetaFLOPS, dengan begitu Superkomputer ini dapat memproses 415 ribu triliun komputasi per detiknya. Sangat cepat bukan?

Sistem Operasi yang digunakan pada Fugaku berbasis Linux dengan dukungan mikroprosesor buatan Fujitsu sendiri.

2. Summit, Amerika Serikat

photoSummit - (The Verge)

Summit merupakan Superkomputer asal Amerika Serikat. Superkomputer ini dibuat dan dikembangkan oleh IBM dan Departemen Energi Oak Ridge National Laboratory (ORNL).

Summit pertama kali dikenalkan pada tahun 2018. Superkomputer ini memiliki dapat mengolah data hingga 200 ribu triliun komputasi per detiknya.

Mesin dari Superkomputer ini dirancang untuk pengembangan Artificial Intelligence dan Machine Learning.

ORNL selaku pembuat dan pengembang menggunakan Summit untuk simulasi kompleks perubahan musim, ledakan bintang dan reaksi nuklir.

Baca Juga :

3. Sierra, Amerika Serikat

photoSierra - (hpc.llnl.gov)

Sierra adalah Superkomputer asal Amerika Serikat yang dimiliki oleh National Nuclear Security Administration. Superkomputer ini diketahui digunakan untuk pengujian simulasi nuklir bawah tanah oleh para insinyur nuklir Amerika Serikat.

Karena dibuat dan dikembangkan oleh IBM, maka Arsitektur Sierra tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan Summit. Sierra menggunakan CPU IBM Power 9 dengan GPU Nvidia Tesla V100

4. Sunway TaihuLight, Tiongkok

photoSunway TaihuLight - (nextplatform.com)

Kembali ke Asia, Superkomputer ini berasal dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Sunway TaihuLight sempak dinobatkan sebagai Superkomputer tercepat sebelum Summit dan Sierra hadir.

Superkomputer ini dirancang di Pusat Penelitian Komputer dan Sains Nasional Tiongkok. Fungsi dari Superkomputer ini adalah untuk percepatan proses manufaktur, perkiraan cuaca dan analisis Big Data.

Diketahui Sunway TaihuLight menggunakan Sistem Operasi Linux serta menggunakan chipset kustom Tiongkok SW26010. Diketahui Superkomputer ini memiliki Kecepatan 93 PetaFLOPS.

5. Perlmutter, Amerika Serikat

photoPerlmutter - (techeblog.com)

Perlmutter adalah Superkomputer yang dibuat oleh HP untuk digunakan oleh Pusat Riset Ilmiah Departemen Energi Amerika Serikat.

Superkomputer yang diperkenalkan pada awal 2021 ini menggunakan CPU AMD Epyc Zen 3 dengan GPU Nvidia Tesla generasi terbaru. Pearlmutter memiliki Kecepatan komputasi 64,5 PetaFLOPS.

Superkomputer ini digunakan untuk simulasi fusi nuklir, proyeksi iklim dan penelitian material dan biologi.

6. Selene, Amerika Serikat

photoSelene - (techmash.co.uk)

Selene merupakan Superkomputer yang dirakit oleh Perusahaan Teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia. Selene didedikasikan untuk pengembangan Artificial Intelligence dan Neural Network. Namun, saat ini Selene juga ikut digunakan dalam penelitian COVID-19.

Diketahui, Superkomputer ini hanya dirakit dalam waktu 3,5 bulan dengan tim beranggotakan enam orang ditambah satu robot.

Selene menggunakan CPU AMD Epyc 7742 yang di dalamnya terdapat 64 core, serta GPU Nvidia A100. Superkomputer memiliki Kecepatan pemrosesan komputasi maksimal 63,4 PetaFLOPS.

7. Tianhe-2A, Tiongkok

photoTianhe-2A - (llnl.gov)

Tianhe-2A merupakan Superkomputer tercepat di dunia pada tahun 2013. Superkomputer asal Tiongkok ini dikembangkan oleh kurang lebih 1.300 ilmuwan dan insinyur. Tianhe-2A dikembangkan untuk simulasi, analisis dan aplikasi keamanan pemerintah.

Tianhe-2A menggunakan CPU Intel Ivy Bridge dengan total 3 juta core. Superkomputer ini menggunakan Sistem Operasi Linux dengan Kustomisasi Kylin. Diketahui, Tianhe-2A memiliki Kecepatan komputasi 61,4 PetaFLOPS.

8. JUWELS, Jerman

photoJUWELS - (Forschungszentrum Jülich)

Beralih ke Eropa, Jerman memiliki salah satu Superkomputer tercepat di dunia yaitu JUWELS. JUWELS merupakan Superkomputer yang dikembangkan oleh Atos Forschungszentrum Julich. JUWELS diketahui memiliki Kecepatan komputasi 44,1 PetaFLOPS. JUWELS dibuat untuk menggantikan Superkomputer lain milik Jerman, JUQEEN.

JUWELS menggunakan CPU AMD Epyc dan GPU Nvidia A100. Superkomputer ini digunakan untuk penelitian fisika partikel, astronomi, kosmologi dan fisika nuklir.

9. HPC5, Italia

photoHPC5 - (eni.com)

HPC5 adalah Superkomputer yang dibuat dan dikembangakn oleh Dell dan Eni, Perusahaan Migas asal Italia.

Superkomputer ini memiliki Kecepatan komputasi 35,5 PetaFLOPS. HPC5 menggunakan CPU Intel Xeon Gold dan GPU Nvidia Tesla V100.

HPC5 digunakan oleh Eni untuk membantu proses penyulingan hingga pemurnian minyak bumi dan gas alam. Superkomputer ini juga digunakan untuk memprediksi kandungan hidrokarbon pada suatu daerah, yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber penyulingan minyak bumi dan gas alam.

Image

Admin SUpdate

Image

Aidil Fichri