Light Dark

Cerita di Balik Viralnya Anak Penjual Kue di Sagaranten Sukabumi

Video | 03 Dec 2021, 17:28 WIB 03 Dec 2021, 17:28 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah akun Facebook bernama Nurhamidah New memposting seorang anak Penjual Kue yang menunggu pembeli di pinggir Jalan Raya Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Tujuan akun Nurhamidah New memposting hal itu agar banyak orang yang membantu anak.

"MEMBELI = MEMBANTUNYA tiap ke sagaranten selalu liat anak ini diisini lagi jualan duduk dipinggir jalan selalu mau berhnti tp sikon lg tdk memungkinkan, kasian kamu nak masih kecil harus menjadi tulang punggung, sejak masih dalam kandungan katanya ditinggal ayahnya karena cerai, ibunya drumah jg lg sakit , ditanya udah makan belum, katanya belum karena dagangannya belum abis rumahnya ppun jauh.  d curugkembar-pasir bendera.  kadang suka jalan kaki . nyampe pulang mlm katanya," demikian tulisan dalam postingan tersebut. 

"buat yang liat anak ini mohon dibeli ,. suka atau tidak suka dgn apa yang dijual niatkan untuk  membantu ,.ada rezeki lebih niatkannbersodakoh , kalo engga cukup beli dagangannya saja betapa bahagianya dia ketika ada yang membeli," tulis akun Nurhamidah New.

Belakangan diketahui kalau anak tersebut bernama Aditiya Suhendar merupakan warga Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Cimenteng, Heri Sobar Winara mengatakan bahwa anak tersebut memang warganya yang berdomisili di Kampung Cibitung RT 003/004. anak tersebut kata Heri, berusia 10 tahun dan tercatat sebagai siswa MI Cibitung kelas 4. 

"Dia berjualan kue donat yang dibuat oleh ibu dan neneknya. 2 tahun yang lalu berjualan disekitar kampung, kantor desa serta di sekolah namun sekarang ini berjualan hingga ke Kecamatan Sagaranten," kata Heri kepada sukabumiupdate.com, Jumat (3/12/2021).

Heri menuturkan, rumah anak tersebut jaraknya sekitar 300 meter dari kantor desa. Karena sudah begitu akrab dengan pegawai desa, anak itu sudah dianggap sebagai anak angkat Pemdes. Saat ini, anak tersebut tinggal bersama ibunya dan bapak tirinya. 

Anak tersebut terbuka kalau diajak ngobrol. Bahkan pernah ditanya berapa pendapatan menjual kue donat dan dia mengatakan per hari bisa mencapai Rp 100 ribu atau lebih. Hasilnya sudah bisa beli HP, sepeda. Awalnya uang hasil jualan kue diberikan kepada kakek tirinya, namun sekarang diberikan kepada ibunya. 

"Sekarang jualannya sering mangkal di halte baru dekat Puskesmas Sagaranten, mulai berjualan sepulang sekolah hingga pukul 17.00 WIB - 17.30 WIB. Dari Sagaranten kadang ikut sama yang kenal orang Cimenteng, bahkan sengaja diajak pulang terkadang juga dijemput sama kakeknya yang sopir elf," kata Heri.

Heri menyatakan, keluarganya masih produktif termasuk neneknya dapat PKH ada juga yang dapat BST. Bahkan keluarga tersebut sudah diajukan untuk mendapat BPNT. 

Pihak desa pun mengingatkan kepada anak itu agar tidak menghabiskan harinya untuk mencari uang.  

"Itupun bukan melarang untuk berjualan, namun [kasihan] seusia dia habis waktu untuk mencari duit. Kami akan mencoba, memberi masukan kepada keluarganya, agar ada batasan waktu," tukasnya.

Redaktur: Andri Somantri

Reporter: Ragil Gilang

Video Editor: Matar H.A

Image

Admin SUpdate

Image

Budiono

Redaktur