Light Dark

Cara Dinkes Tangkal HIV AIDS di Sukabumi, Bupati: Permudah Layanan Kesehatan

Sukabumi | 02 Dec 2021, 00:00 WIB
Tingkat penularan HIV AIDS di Kabupaten Sukabumi masih cukup tinggi, sepanjang 2021 ini ada 79 kasus baru. Dinas Kesehatan atau Dinkes merangkul seluruh elemen untuk melakukan upaya tangkal penularan, tak hanya HIV AIDS tapi juga IMS atau infeksi menular | dokumentasi pimpinan Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Tingkat penularan HIV AIDS di Kabupaten Sukabumi masih cukup tinggi, sepanjang 2021 ini ada 79 kasus baru. Dinas Kesehatan atau Dinkes merangkul seluruh elemen untuk melakukan upaya tangkal penularan, tak hanya HIV AIDS tapi juga IMS atau infeksi menular seksual.

Hal ini ditegaskan Kadinkes, Harun Alrasyid yang menjadi Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS seDunia Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2021 dengan Tema "Cegah HIV, Akses Layanan Untuk Semua" di Taman Lapangan Cangehgar Palabuhanratu, Rabu (1/12/2021). 


Advertisement

Hari AIDS akan selalu dijadikan peringatan oleh semua kementerian, lembaga dan seluruh lapisan masyarakat sebagai simbol perjuangan mencegah dan mengendalikan HIV AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

Ketua Penyelenggara, Harun Alrasyid menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mencegah infeksi dan penularan HIV-AIDS dan IMS.

"Tentu kita semua berharap dapat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian  untuk mencegah penyebaran HIV AIDS  di lingkungan kita," ungkap Harun dikutip dari medsos resmi Pemkab Sukabumi. 

Acara ini dihadiri oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang menegaskan bahwa Hari AIDS akan selalu dijadikan peringatan oleh semua kementerian, lembaga dan seluruh lapisan masyarakat sebagai simbol perjuangan mencegah dan mengendalikan HIV AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.


Advertisement

photoPeringatan Hari AIDS seDunia Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2021 dengan Tema Cegah HIV, Akses Layanan Untuk Semua di Taman Lapangan Cangehgar Palabuhanratu, Rabu (1/12/2021). - (dokumentasi pimpinan Kabupaten Sukabumi)

Menurut Marwan, percepatan penanganan covid-19 dan epidemi HIV AIDS sama-sama penting, karena bila abai terhadap salah-satunya apalagi kedua-duanya, maka dapat menimbulkan dampak buruk yang mengerikan.

"Sindrom dari kedua penyakit tersebut telah menaikan kasus luar biasa pada angka  terpapar dan angka kematian. Selain itu, penyakit ini mempunyai dampak buruk terhadap berbagai tatanan kehidupan manusia, terutama pada sektor kesehatan, sosial dan ekonomi, sehingga berakibat usia harapan hidup masyarakat menjadi lebih pendek atau berkurang."jelasnya.

Baca Juga :

Upaya meredam laju penyebaran virus, lanjut Bupati, diantaranya dengan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan/pengendalian HIV AIDS secara komprehensif. "Kita bersama-sama mentransformasikan regulasi dan pengetahuan tentang HIV AIDS ke semua lapisan masyarakat, menanamkan kesadaran pentingnya hidup bersih dan sehat serta membangun kemandirian masyarakat dalam mencegah infeksi dan penularan HIV AIDS dan infeksi menular seksual (IMS), termasuk memberikan kemudahan dalam fasilitasi  perawatan bagi yang terinfeksi HIV."

Pada kesempatan tersebut Bupati Sukabumi Marwan Hamami menandatangani deklarasi dan kesepakatan bersama lintas sektor program ustaz peduli AIDS Kabupaten Sukabumi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kabupaten Sukabumi mencatat ada 1.001 orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome alias HIV/AIDS sejak 2004 hingga 2021. Dari angka itu, lima persennya adalah pelajar.

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur