Light Dark

Pagar Gedung Sate Roboh dan Upaya Paksa Revisi UMK 2022 versi Daerah di Jabar

Jawa Barat | 29 Nov 2021, 21:29 WIB
Ribuan buruh se Jabar menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kota bandung untuk mengawal penetapan UMK 2022. | Suara.com/M Dikdik RA

SUKABUMIUPDATE.com - Pagar depan gedung sate roboh dalam aksi buruh Jawa Barat menuntut UMK 2022, Senin (29/11/2021). Mereka menuntut agar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menetapkan kenaikan upah minimum kota/kabupaten atau UMK 2022 sesuai dengan rekomendasi terakhir yang sudah disampaikan bupati-walikota.

Kalangan buruh mengaku kecewa setelah mendapat kabar bahwa Ridwan Kamil memberi instruksi agar rekomendasi UMK 2022 dari bupati-walikota direvisi.


Advertisement

"Tadi pagi kami menerima informasi dari beberapa bupati yang menginfokan, katanya mereka disuruh merevisi rekomendasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Pengupahan," ungkap Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Jawa Barat, Roy Jinto, di lokasi.

Ia menuturkan, rekomendasi kenaikan UMK dari pihak pemerintah kabupaten/kota memiliki besaran yang beragam, dari mulai 3-18 persen. Diketahui, rekomendasi kenaikan UMK tertinggi di Bandung Raya adalah Kabupaten Bandung (10 persen).

Disusul Kota Cimahi (8,5 persen), Kabupaten Bandung Barat (7 persen) sementara Kota Bandung (3,12 persen). "Semua yang diserahkan (rekomendasi) kepada gubernur itu sudah matang dari walikota-bupatinya," katanya.

"Tadi malam kami melakukan zoom meeting dengan Gubernur, Kapolda dan lainnya, tidak ada tuh Pak Gubernur ngomong itu akan dikembalikan (rekomendasi UMK direvisi). Tapi pagi-pagi kita terima info seperti tadi," imbuh Roy.


Advertisement

photoPagar pembatas Gedung Sate roboh usai aksi buruh sempat memanas, Senin (29/11/2021). - (Suara.com/M Dikdik RA)

Suara.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut salah satunya kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, UU Rukmana, sebagai wilayah dengan rekomendasi kenaikan UMK tertinggi Di Bandung Raya. Namun, hingga berita ini ditulis suara.com belum mendapatkan tanggapan.

Untuk diketahui, kebanyakan buruh yang berunjuk rasa berasal dari Bandung Raya. Sebagian ada pula dari Karawang, Cianjur, hingga Subang. Mereka tergabung dalam sejumlah serikat seperti KASBI, K-SPSI, Gobsi, Peppsi, SPN, SB CSI (Serikat Buruh PT Chang Shin Indonesia), dan sebagainya.

Roy mencatat ada sekitar 5.000 buruh dari K-SPSI yang hadir. Belum ribuan buruh dari serikat lain. "Ditargetkan ada sekitar 15-20 ribu buruh yang aksi hari ini dan besok," ungkapnya.

"Kami ingin bertemu dengan Ridwan Kamil, selain bertemu dengan Pak Gubernur kami tidak mau. Karena kuncinya (kenaikan UMK) ada di tangan Gubernur," tegasnya.

Baca Juga :

Seorang orator lain dari atas mobil komando bahkan menegaskan buruh-pekerja tak segan akan menjadikan Bandung Lautan Buruh jika tuntutan kenaikan UMK 2022 tidak dipenuhi Pemprov Jabar.

"Sebagian massa akan bertahan hingga pukul 21.00 WIB, aksi lanjutan akan diadakan besok. Tenggat penentuan UMK adalah besok, mau tidak mau, bagaimanapun keputusannya kita akan lanjut besok," ungkapnya kepada suara.com di lokasi.

Dari informasi yang diterima buruh, hari ini buruh gagal bertemu dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, lantaran pria yang kerap disapa Kang Emil itu tengah di luar kota.

"Katanya (Ridwan Kamil) di luar kota. Kami akan beristirahat sementara untuk persiapan aksi besok yang lebih besar," ungkap Roy.

Sementara itu, pantauan suara.com hingga pukul 18.40 WIB, sekitar delapan mobil komando serikat buruh masih terparkir. Jalan Diponegoro pun masih belum dapat dilalui. Puluhan massa buruh tampak terpencar sesuai wilayah kota kabupaten masing-masing. Sebagian, tampak berkumpul di Lapangan Gasibu.

Sementara di sisi seberang yakni di area dalam Gedung Sate aparat kepolisian masih tampak berjaga. Secara umum, kondisi di lokasi unjuk rasa terpantau kondusif. Sebagian massa, tampak membubarkan diri.

SUMBER: M Dikdik RA/Suara.com

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur