Light Dark

Peringatan BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Selatan Jabar, 6-7 November 2021

Science | 05 Nov 2021, 18:30 WIB
Ilustrasi. BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jabar (Jawa Barat) pada tanggal 6-7 November 2021 | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jabar (Jawa Barat) pada tanggal 6-7 November 2021. Gelombang dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter harus diwaspadai, baik oleh nelayan perahu kecil, warga dan wisatawan di pesisir laut selatan, termasuk Sukabumi.

Peringatan dini ini dikeluarkan Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Jumat (5/11/2021). Dijelaskan area perairan dengan gelombang tinggi 2.5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di wilayah; 

- PERAIRAN BARAT P. SIMEULUE - KEP. MENTAWAI

- PERAIRAN ENGGANO - BENGKULU

- PERAIRAN BARAT LAMPUNG

- SAMUDRA HINDIA BARAT SUMATERA

- SELAT SUNDA BAGIAN BARAT DAN SELATAN

- PERAIRAN selatan BANTEN HINGGA LOMBOK

- SELAT BALI - LOMBOK  BAGIAN SELATAN

- SAMUDRA HINDIA selatan JAWA HINGGA NTB

photoPerahu nelayan Ujunggenteng Sukabumi yang karam diterjang gelombang tinggi saat dievakuasi - (istimewa)
BMKG menyebut pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera dan Samudera Hindia barat daya Banten.

Baca Juga :

Dengan kondisi ini, BMKG meminta untuk diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Termasuk keselamatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir pantai sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi.

"Peringatan dini gelombang tinggi merupakan informasi prakiraan gelombang untuk 2 hari ke depan yang akan diinformasikan jika terjadi gelombang tinggi lebih dari 1.25 meter dan bertahan selama 12 jam ke depan di sekitar perairan Indonesia dan berlaku maksimal 2 hari sejak dikeluarkan dan diperbaharui setiap ada perubahan dan sebelum masa berlakunya habis," tulis prakirawan BMKG dalam portal resminya.

Image

Abdul

Reporter

Image

Fit NW

Redaktur