Light Dark

5 Prestasi Kabupaten Sukabumi Soal ODF 2021, Yuliastri Raih Sanitarian Terbaik

Sehat | 15 Oct 2021, 19:30 WIB
Ilustrasi ODF. Dalam peringatan hari cuci tangan sedunia pada 15 Oktober ini, Kementerian Kesehatan memberikan 5 penghargaan kepada Kabupaten Sukabumi. | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam peringatan hari cuci tangan sedunia pada 15 Oktober ini, Kementerian Kesehatan memberikan 5 penghargaan kepada Kabupaten Sukabumi. penghargaan ini terkait upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi, hingga tingkat desa dan sanitarian PKM dalam mewujudkan kawasan tanpa BAB (buang air besar) sembarangan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengapresiasi upaya Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di tahun 2021 ini. 

Mengutip akun resmi pemerintah daerah, 5 penghargaan yang diberikan Kemenkes pada peringatan hari cuci tangan sedunia untuk Kabupaten Sukabumi, adalah; 

1.Penghargaan sebagai Kabupaten ODF 2021

2.Penghargaan strategi percepatan ODF 2021 komponen Enabling

3.Penghargaan Natural Leader terbaik dalam percepatan ODF 2021( Ketua TP PKK Kab Sukabumi Hj. Yani Jatnika Marwan) 

4.Sanitarian terbaik dalam percepatan ODF ( Yuliastri SKM, PKM Jampang Tengah )

5. Kepala Desa Terbaik dalam percepatan ODF 2021 (Kades Bojongraharja Kecamatan Cikembar)

Mewakili Bupati, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri  menerima penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  Kota/ Kabupaten tersebut secara virtual dari Pendopo Sukabumi, Jumat (15/10/2021).

"Saya mengapresiasi  dan bersyukur Kabupaten Sukabumi meraih 5 penghargaan. Semoga memotivasi masyarakat  untuk terus menjaga kesehatannya, apalagi di tengah Pandemi Covid- 19, mencuci tangan merupakan salah satu protokol kesehatan," ungkap Iyos yang menegaskan bahwa diraihnya STBM Award ini merupakan hasil perjuangan dan kerja bersama seluruh stakeholder. 

photoWabup Sukabumi Iyos Somantri dan jajaran dalam peringatan hari cuci tangan sedunia 2021 - (dokumentasi pimpinan Kabupaten Sukabumi)

Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono dalam momen tersebut mengatakan Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan perilaku sederhana, namun memiliki dampak luar biasa dalam pencegahan penyakit menular. Dampak positif ini perlu dikampanyekan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar semua tahu manfaat nyata CTPS secara rutin.

"Peran pemimpin daerah sangat diharapkan untuk mengajak masyarakat selalu mencuci tangan pakai sabun apalagi di tengah Pandemi Covid 19, selain itu sosialisasi gerakan hidup terus digalakan sehingga budaya cuci tangan akan melekat di kalangan masyarakat" harapnya.

Baca Juga :

Dalam peringatan hari cuci tangan sedunia tahun 2021 , diserahkan 7 penghargaan untuk yang aktif merespon semua aksi cuci tangan pakai sabun, penghargaan sanitasi total berbasis masyarakat pada 68 Kab/ Kota se Indonesia yang telah melakukan pada percepatan Stop Buang air besar. Kemudian penghargaan bagi 31 Sanitarian, serta  Kepala desa/ lurah  yang telah berperan dalam stop buang air besar sembarangan.

Sementara, Sekretariat Pokja Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Kementerian Kesehatan RI  menegaskan tahun ini HCTS mengusung tema Masa Depan Kita di Tangan Kita – Mari Beraksi Bersama untuk Membuat Cuci tangan pakai sabun Nyata bagi Semua. "Dengan tagline Cuci Tangan Pakai Sabun Budaya Kita," ungkap Dirjen Kesehatan Masyarakat drg. Kartika Rustandi.

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur