Light Dark

Menelusuri Gua Ijar di Nyalindung Sukabumi, Ada Stalagmit dan Stalaktit Keren

Video | 09 Oct 2021, 12:47 WIB 09 Oct 2021, 12:47 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Tidak jauh dari air terjun atau Curug Bibijilan yang berlokasi di hutan pinus lahan Perhutani di Kampung Lebaknangka RT 05/07 Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, terdapat sejumlah gua, salah satunya Gua Ijar.

Warga setempat menyebutnya Gua Ijar karena diambil dari nama petani yang dulu menggarap lahan tersebut. "Namanya Pak Ijar (95 tahun). Saat ini masih ada, tapi sudah pikun," kata pengelola kawasan wisata itu, Apong Suhenda (48 tahun), Jumat, 8 Oktober 2021.

Jarak Gua Ijar dengan Curug Bibijilan pun cukup dekat. Apong menyebut hanya kurang lebih 100 meter. Jika ada pengunjung yang ingin coba masuk ke gua tersebut, ada petugas yang akan mengantar."Namun yang bisa masuk hanya dari usia 10 tahun ke atas," ujar Apong.

Jika Anda dari Kota Sukabumi, akses menuju lokasi wisata Curug Bibijilan dan Gua Ijar bisa ditempuh lewat Jalan Nyalindung - Sagaranten sejauh kurang lebih 35 kilometer. Nantinya, Anda tinggal menuju Kampung Lebaknangka, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung.

Kendaraan roda dua dan empat pun bisa masuk ke area wisata karena sudah tersedia lahan parkir. "Dari tempat parkir sekitar 50 meter jalan kaki untuk sampai ke lokasi," kata Apong. Fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut di antaranya warung, toilet, dan musala.

Untuk bisa masuk ke lokasi, Anda hanya membayar Rp 6 ribu per orang, lalu tarif parkir sepeda motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Sementara paket berkemah atau camping, dipatok Rp 30 ribu, termasuk biaya parkir. "Kalau masuk gua, per orang Rp 50 ribu plus guide," ujar Apong.

Selain Gua Ijar, Apong menyebut di sekitar Curug Bibijilan memang terdapat beberapa gua lain. "Jumlahnya diprakirakan ada 40 gua. Kalau ditelusuri mungkin saling menyambung antara gua satu dan yang lain," ungkapnya.

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Budiono

Redaktur