Light Dark

6 Ribu Sambungan, PUPR Verifikasi Hibah Air Bersih MBR di Kabupaten Sukabumi

Keuangan | 05 Oct 2021, 17:32 WIB
Direktur AM TJM Sukabumi Kamaludin Zein utarakan soal target penerima program hibah air bersih MBR yang saat ini tengah diverifikasi Kementerian PUPR. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri atau AM TJM Kabupaten Sukabumi menargetkan untuk tahun ini penerima program Hibah Air Bersih perkotaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR mencapai 6.000 calon pelanggan.

Saat ini, usulan penerima program yang telah berjalan selama enam tahun terakhir tersebut tengah dalam proses verifikasi oleh Kementerian PUPR.

Baca Juga :

"Tahun ini untuk program hibah air minum MBR mencapai 6.000 calon pelanggan yang tersebar di seluruh cabang, sejak Senin lalu sedang dilakukan verifikasi oleh Kementerian PUPR," jelas Dirut AM TJM Kamaludin Zein kepada Sukabumiupdate, Selasa (5/10/2021).

Dijelaskannya dalam proses verifikasi tersebut terdapat sejumlah indikator penilaian untuk menentukan penerima program. Mulai dari kelancaran aliran air hingga tingkat kemanfaatan air bersih bagi calon pelanggan.

photoTim verifikasi dari Kementerian PUPR tengah melakukan pemeriksaan di rumah calon penerima program Hibah Air Bersih MBR. - (Istimewa)

"Kami (AM TJM) hanya bertugas melakukan pemasangan saja, namun yang menentukan calon pelanggan ini layak menerima program hibah air minum MBR atau tidak, berdasarkan hasil verifikasi di tingkat kementerian," jelasnya.

Pada tahun lalu jumlah penerima program Hibah Air Bersih MBR mencapai 8.233 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri target kuota sebanyak 8.000 pelanggan ditambah dengan cadangan atau tambahan sebanyak 5 persen.

Baca Juga :

Sebelumnya Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, Rita Fesani Latif menjelaskan untuk mengikuti program MBR terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

"Kriteria program MBR ini antara lain, daya listriknya maksimal 1300 VA, bukan tempat usaha, bukan fasilitas umum. Jadi ketika mendaftar dan disurvei ada yang punya yayasan, sekolah, koperasi, badan usaha, sedangkan daftarnya atas nama perseorangan, sehingga dibatalkan pengajuannya. Ada juga karena beberapa sudah terpasang melalui SR karena terlalu lama menunggu," bebernya. 

Image

Admin SUpdate

Image

Toni Kamajaya