Light Dark

Perahu Nelayan Terombang-ambing di Perairan Ujunggenteng Sukabumi

Sukabumi | 27 Sep 2021, 17:57 WIB
Perahu nelayan terombang-ambing di tengah lautan di perairan Ujunggenteng akibat mati mesin. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Perahu nelayan Rahayu Puteri terombang-ambing hingga sejauh 13 mil di perairan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi akibat mati mesin karena mengalami kerusakan.

Akibat kondisi cuaca yang cukup ekstrem di tengah perairan, perahu penangkap ikan tersebut semakin terhempas sejauh 13 Mil dari bibir pantai.

Baca Juga :

Menurut informasi dihimpun, kecelakaan laut itu terjadi ketika perahu Rahayu Puteri yang digunakan ditunggangi oleh pemiliknya, Wiwit (31 tahun) beserta satu orang ABK bernama Ujang (32 tahun) berlayar untuk mencari ikan dari perairan Ujunggenteng menuju perairan Cianjur, Senin (27/9/2021).

Namun ditengah perjalanan perahu tersebut mengalami kerusakan pada mesinnya. "Perahu mengalami kerusakan pada bagian breket mesin karena patah saat hendak menurunkan jangkar," ungkap seorang nelayan, Deni kepada Sukabumiupdate.com.

photoPerahu Rahayu Puteri ditarik menggunakan dua perahu nelayan lainnya di perairan Ujunggenteng Sukabumi. - (Istimewa)

Karena tak berjangkar, perahu akhirnya terombang-ambing oleh gelombang laut yang kondisinya tengah ekstrem. Bahkan tiupan angin kencang telah menyebabkan perahu tersebut kian terbawa hanyut.

Menurut Deni pada Senin siang, sekira pukul 11.00 WIB, sempat ada kontak dari perahu Rahayu Puteri. Namun selang setengah jam kemudian, para nelayan kehilangan kontak Wiwit dan anak buahnya.

Baca Juga :

Upaya pencarian langsung dilakukan oleh Tim SAR dibantu para nelayan. Sekira pukul 14.00 WIB, tim pencarian berhasil menemukan perahu Rahayu Puteri yang tengah lautan.

"Tim pencarian menemukan perahu tersebut terombang-ambing ditengah lautan di jalur kapal atau sekitar 1,5 jam dari tepi pantai," jelas Deni. Akhirnya perahu beserta dua nelayan yang berada diatasnya berhasil dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan dua Perahu nelayan lainnya.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Toni Kamajaya