Light Dark

Wanita Asal Cianjur Ini Dikejar Sosok Misterius Bersenjata Celurit

Jawa Barat | 15 Sep 2021, 14:48 WIB
Ilustrasi: Wanita asal Cianjur dikejar sosok misterius bersenjata celurit | Aleksey-Oryshchen - Unsplash

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah kisah menyeramkan dialami Ani, seorang wanita berusia 40 tahun asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia mengaku dikejar sosok misterius bersenjata tajam celurit.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam, saat Ani mengendarai sepeda motornya seorang diri dari arah Ciranjang menuju rumahnya yang berada di Bojongpicung.

Ketika memasuki perlintasan di Kampung Doktor Mangku, Desa Hegarmanah, tepatnya di kawasan kebon jeruk, remang-remang terlihat enam orang pemuda yang sedang nongkrong di pinggiran jalan. 

Pada saat itu situasi di lintasan tersebut sangat gelap karena lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi. Tiba-tiba saja dari arah belakang sebuah sepeda motor yang ditunggangi dua orang tak dikenal melaju kencang mendekati Ani. 

Baca Juga :

Sekilas Ani melihat salah satu dari kedua orang asing itu membawa celurit. Dalam kondisi panik, Ani langsung menancap gas berusaha menghindari kejaran orang misterius bersenjata tajam.

Ia mulai memperlambat motornya setelah sampai di perlintasan arah BLPP yang situasinya cukup terang. Meski belum menyadari apa yang tengah dialaminya, spontan Ani berteriak minta pertolongan warga.

photoIlustrasi: sosok misterius bersenjata celurit - (Engin-Akyurt - Unsplash)

Tindakan Ani itu ternyata membuat sosok misterius dibelakangnya langsung berbalik arah, seperti menghindar dari warga. 

“Saya bersyukur karena selamat dari kejaran orang tak dikenal. Saya mau istirahat dulu sejenak karena masih syok dan kedua tangan terasa gemetar,” ucapnya seperti dilansir dari Suara.com, Rabu (15/9/2021).

Panji, salah seorang warga Desa Hergamanah mengungkapkan jalan yang telah dilalui Ani merupakan perlintasan yang selama ini kondisinya selalu gelap. Padahal di sepanjang jalan, mulai dari Kampung Doktor Mangku hingga Bojongsari terdapat 11 unit lampu penerangan jalan.

Namun hanya tiga tiang saja yang menyala, sementara tiang lampu lainnya sudah lama tidak berfungsi. Panji berharap ada pihak berwenang yang dapat melakukan secara rutin kontroling di sepanjang jalan tersebut. "Minimal untuk menekan tindak kejahatan," ujarnya.

Image

Admin SUpdate

Image

Toni Kamajaya