Light Dark

Cerita Petani Kebonpedes Sukabumi Soal Sembako dari Jokowi

Sukabumi | 14 Sep 2021, 17:04 WIB
Petani di Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, menerima bantuan sembako dari Presiden Jokowi yang diserahkan Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Selasa, 14 September 2021. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Yusuf (49 tahun), Petani asal Kampung Awilega, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, kaget saat ada orang yang tiba-tiba memberikan paket sembako kepada dirinya. Ia tidak tahu jika bantuan tersebut berasal dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Saat itu, Yusuf sedang di sawah menyiram tanaman caisim. Tiba-tiba, datang sekelompok orang memberikan paket sembako. "Kaget, lagi nyiram tiba-tiba datang orang berpakaian rapi, manggil, dan memberikan paket sembako," kata dia, Selasa, 14 September 2021 kepada sukabumiupdate.com.

Yusuf yang pekerjaannya sebagai petani, mengaku senang saat mendapatkan bantuan yang disalurkan Staf Kepresidenan Republik Indonesia. "Tidak tahu dari mana, yang jelas mereka bermasker datang ke sawah ngasih sembako. Setelah itu, pergi lagi tidak tahu ke mana," ucap dia.

photoBantuan dari Presiden Jokowi untuk petani di Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, yang dikirim pada Senin, 13 September 2021. - (Istimewa)

Baca Juga :

Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandani mengatakan paket sembako tersebut bersumber dari bantuan presiden yang telah diterima pihak desa untuk dibagikan kepada Petani dan warga. Ia pun membenarkan jika yang datang kepada Yusuf adalah Staf Kepresidenan Republik Indonesia.

"Rencananya, Pak Presiden juga akan membeli caisim dari para Petani di Kebonpedes," ujar Dadan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengirim paket sembako bagi warga Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Senin, 13 September 2021.

Bantuan itu disalurkan dengan dua truk besar yang berangkat langsung dari Jakarta. Sebanyak 1.500 paket sembako tersebut merupakan perhatian pemerintah pusat terhadap Petani sawi yang mengalami gagal panen pada beberapa waktu lalu serta kesal dan membabat sayuran yang ditanam.

Image

Riza

Reporter

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur