Light Dark

Aplikasi eHAC Bocor, Data Apa Saja yang Bebas Diakses oleh Siapapun?

Aplikasi | 01 Sep 2021, 17:23 WIB
Ilustrasi. Sebanyak 1,3 juta data pengguna electronic Health Alert Card (eHAC) dilaporkan bocor. Kebocoran data melibatkan aplikasi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut pertama kali ditemukan perusahaan keamanan siber, vpnMentor | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 1,3 juta data pengguna electronic Health Alert Card (eHAC) dilaporkan bocor. Kebocoran data melibatkan aplikasi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut pertama kali ditemukan perusahaan keamanan siber, vpnMentor.

Dilansir dari laman resminya, vpnmentor.com, data pengguna aplikasi pelacakan Covid-19 untuk kepentingan penerbangan tersebut ditemukan di sebuah server yang bebas diakses siapapun. Data yang bocor terdiri dari beberapa macam, meliputi data hasil tes Covid-19, data akun eHAC, hingga data rumah sakit. 

Dilansir dari vpnmentor.com, berikut adalah data terkait hasil tes Covid-19 yang bocor:

- Nomor ID calon penumpang pesawat, baik penerbangan domestik maupun internasional

- Nomor ID rumah sakit tempat tes

- Nomor antrian ketika melakukan tes

- Nomor referensi

- Alamat rumah

- Tipe tes Covid-19, seperti PCR, antigen, dll. 

- Hasil dan tanggal pelaksanaan tes Covid-19

- Nomor ID dokumen eHAC

photoSebanyak 1,3 juta data pengguna electronic Health Alert Card atau eHAC dilaporkan bocor. Kebocoran data melibatkan aplikasi milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes). - (istimewa)

Data pengguna yang diinput ketika melakukan pendaftaran juga dilaporkan bocor. Berikut adalah rincian datanya:

- Nama calon penumpang pesawat terbang dan nomor ID Uniform Resource Name  atau URN-nya

- Informasi detail mengenai penumpang (nomor ID, nama lengkap, nomor telepon, pekerjaan, jenis kelamin, dll) 

- Foto paspor yang tertera di akun eHAC

- Informasi detail mengenai hotel yang dipakai menginap oleh calon penumpang (nama, alamat, nomor yang bisa dihubungi) 

- Beberapa foto penumpang lain

- Nomor ID URN rumah sakit, dan lainnya

Selain kebocoran data pengguna, data rumah sakit yang melakukan pengetesan Covid-19 pun juga mengalami kebocoran. Data dari 226 rumah sakit dilaporkan mengalami kebocoran. Berikut adalah rincian datanya:

- Keterangan detail rumah sakit (nomor ID, nama rumah sakit, negara, nomor lisensi, alamat yang disertai dengan koordinat, nomor ponsel dan WhatsApp, dan jam buka rumah sakit) 

- Nama orang yang bertanggung jawab menangani tes untuk para calon penumpang pesawat terbang

- Nama dokter yang melakukan tes terhadap penumpang

- Kapasitas rumah sakit

- Tipe tes yang diperbolehkan di rumah sakit

- Informasi mengenai banyaknya tes yang bisa dilakukan di rumah sakit

- Tipe penumpang yang boleh melakukan tes di rumah sakit. 

SUMBER: BANGKIT ADHI WIGUNA/TEMPO.CO

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur