Light Dark

Musik Dianggap Haram, Penyanyi Folk Afganistan Dibunuh Taliban

Musik | 01 Sep 2021, 14:20 WIB
Musisi bergendre musik folk di Afganistan dibunuh oleh Taliban karena dianggap bermusik adalah haram. | Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang musisi atau penyanyi bergendre Musik folk asal Afganistan yang bernama Fawad Andarabi, dibunuh oleh Taliban. 

Hal ini salah satunya diungkap oleh mantan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Massoud Andarabi.

"Kebrutalan Taliban berlanjut di Andarab. Hari ini mereka secara brutal membunuh penyanyi folkloric, Fawad Andarabi. Dia yang hanya membawa kegembiraan bagi lembah ini dan penduduknya," cuit Massoud Andarabi lewat akun Twitter @andarabi, Sabtu (29/8/2021) pekan lalu dikutip dari Alarabiya News.

Pembunuhan ini disebut sebagai salah satu kekerasan yang terjadi setelah kelompok itu kembali berkuasa di Afganistan. Seperti diketahui, Taliban melarang berbagai hal, termasuk musik.

photoTaliban bunuh penyanyi music bergendre folk di Afganistan karena dianggap haram. - (Pixabay)

Sebelumnya, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa pertunjukan Musik dilarang di Afganistan. Sebab Musik diharamkan dalam agama Islam.

Tapi, Mujahid berjanji akan melakukan pendekatan persuasif pada warga Afganistan terkait larangan musik.

"Musik dilarang dalam Islam, tetapi kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, ketimbang menekan mereka," kata Mujahid kepada New York Times.

Meskipun kelompok tersebut telah mengambil nada yang lebih lembut di depan umum jika dibandingkan dengan pemerintahan mereka pada 1996-2001, ada kekhawatiran akan kembalinya rezim yang represif.

Baca Juga :

Penyanyi pop Afghanistan Aryana Sayeed sebelumnya di Instagram mengatakan berhasil melarikan diri dari negara itu dan sedang dalam perjalanan ke Istanbul.

Sementara, Mujahid meminta kepada perempuan dan anak-anak untuk tinggal di rumah. Menurut dia, pejuang Taliban tak dilatih untuk memastikan keselamatan mereka.

Arahan tersebut melemahkan upaya kelompok tersebut untuk menghadirkan nada yang lebih toleran. Hal ini tentu saja mengingatkan aturan Taliban dulu yang melarang perempuan bekerja dan keluar rumah.

SUMBER: SUARA

Image

Admin SUpdate

Image

Nelis

Redaktur