Light Dark

Gara-gara Tak Mau Divaksin, BLT Lansia di Ciemas Sukabumi Dialihkan

Keuangan | 17 Aug 2021, 17:32 WIB
Ilustrasi BLT untuk warga Sukabumi | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Akibat tidak mau divaksin, lansia bernama Aniah (61 tahun), tidak lagi menerima bantuan langsung tunai dana desa atau BLT DD senilai Rp 300 ribu per bulan. Ia merupakan warga Kampung Mekarsari RT 03/07 Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya rutin menerima bantuan tersebut.

Aniah adalah penerima BLT DD yang sudah mendapat bantuan tersebut sebanyak lima tahap, mulai Januari hingga Mei 2021, dengan nominal Rp 300 ribu per bulan. Namun untuk Juni dan Juli, ia tidak menerimanya karena dialihkan ke penerima lain usai Aniah menolak divaksin. BLT Juni dan Juli sendiri disalurkan pada 6 dan 13 Agustus 2021.

"Sudah tidak memperoleh lagi dengan alasan orang tua saya tidak mau disuntik vaksin," ucap anak Aniah, Usup (45 tahun), Selasa, 17 Agustus 2021.


Advertisement

Usup menyebut orang tuanya memang menolak divaksin dan sempat mempersilakan bantuannya dialihkan ke orang lain. "Mungkin perkataan itu dianggap serius, hingga akhirnya dialihkan oleh kepala dusun tanpa adanya konfirmasi dulu. Apalagi sampai membuat berita acara," imbuhnya.

Baca Juga :

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Ciemas Dede Rukmana membenarkan adanya pengalihan penerima manfaat BLT DD. Namun, ia mengaku baru mengetahui persoalan ini saat mengunjungi rumah kepala dusun untuk meminta penjelasan. "Dari keterangan kepala dusun, betul Ibu Aniah sudah beberapa kali disuruh ke desa agar divaksin," katanya.


Advertisement

Tetapi, Dede menyebut Aniah selalu menolak permintaan vaksin tersebut. "Ia mengatakan nanti dulu, nanti dulu. Kepala dusun pun menyuruh kembali, namun jawabannya (tetap) tidak mau, takut mati. Silakan saja kalau mau dilimpahkan ke orang lain, daripada harus disuntik vaksin," ucap Dede menirukan penjelasan kepala dusun soal jawaban Aniah saat diminta divaksin.

"Makanya kepala dusun mengalihkan kepada orang lain yang memang sudah disuntik vaksin, dan layak mendapatkan BLT DD," tambahnya. Dede menyebut, selama ini Camat Ciemas memang memberi arahan agar warga mengikuti vaksinasi, terutama yang mendapatkan BLT atau bantuan sosial lain.

"Padahal banyak juga penerima yang usianya lebih dari Ibu Aniah, disuntik vaksin. Ada juga yang tidak disuntik vaksin karena memiliki riwayat penyakit atau dalam kondisi sakit, namu BLT tetap menerima asal ada keterangan dari medis," katanya lagi.

Dede mengatakan Aniah belum diperiksa medis ihwal alasannya tidak mau divaksin. "Karena memang tidak mau dan akhirnya dilimpahkan ke warga lain. Kalau menurut kepala dusun pelimpahan ini sudah diketahui rukun tetangga, namun memang tidak dibuatkan berita acara," ucap dia.

Image

Ragil Gilang

Reporter

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur