Light Dark

Kurangi Resiko Kena Kanker, 4 Mahasiswa Ini Modifikasi Filter Rokok

Science | 14 Aug 2021, 09:00 WIB
Ilustrasi. Maraknya kasus kematian akibat asap rokok menginspirasi sekelompok mahasiswa untuk memodifikasi filter rokok | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Maraknya kasus kematian akibat asap rokok menginspirasi sekelompok mahasiswa untuk memodifikasi filter rokok. Tujuannya  mengurangi dampak buruk dari kebiasaan merokok. 

Modifikasi tersebut bernama Nano Enzyme-Carbol Filter, yang juga didedikasikan untuk mendukung Gerakan Nasional Peduli Kanker Paru.


Advertisement

Para mahasiswa ini berasal dari Universitas Airlangga atau Unair. Mereka adalah Muhammad Fahroji Muhammad Faqih, Widyah Puspitasari, dan Izza Nur Ilmihah dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Kamailiyah Ulfah dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). 

Tim Program Kreativitas mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang lolos pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek) ini menyadari kalau banyak orang yang tidak terpengaruh kampanye dan dampak nyata bahaya rokok.

"Jadi, ini merupakan salah satu bentuk usaha kami sebagai peneliti muda untuk mengurangi risiko penyakit yang ditimbulkan rokok," kata ketua tim, Fahroji, seperti dikutip Tempo dari laman Unair News, Kamis, 12 Agustus 2021.

Pada dasarnya, kata dia, filter bawaan rokok terbuat dari Selulosa Asetat yang bisa menyaring zat seperti Nikotin dan Tar. Fahroji mengatakan modifikasi yang dilakukan timnya bertujuan agar filter rokok bisa berfungsi secara maksimal sehingga produk yang dihasilkan memiliki efektivitas yang lebih baik, khususnya dalam mengurangi efek berbahaya bagi tubuh.


Advertisement

Dia dan timnya menambahkan beberapa senyawa dalam filter modifikasinya, yaitu Gtaphen Oxide (GO), Activated Carbon (AC), dan Cooper Tannic Acid Nanozyme (Cu-Tannic Acid) yang telah diteliti bisa menyerap zat-zat berbahaya dalam asap rokok.

"Ketiga senyawa tersebut kami kombinasikan untuk secara khusus menyaring senyawa berbahaya pada rokok, yakni radikal bebas, senyawa karbonil, dan partikel mikro dalam rokok," ucapnya.

Menurut dia, kombinasi ketiga senyawa tersebut dalam filter rokok merupakan hal yang baru dibandingkan dengan filter komersial yang beredar di pasaran. Kini, dia dan timnya sedang fokus dalam pengerjaan artikel dan izin karakterisasi lanjutan untuk senyawa yang diuji setelah melakukan kajian literatur, uji in silico, uji etik, dan pemesanan alat.

Dengan penelitian ini, mereka berharap supaya masyarakat, terutama jutaan perokok di Indonesia, bisa merasakan dampak baik dengan berkurangnya risiko penyakit akut akibat rokok. "Harapannya, agar penelitian ini dapat bermanfaat bagi jutaan perokok di Indonesia," ungkap dia.

SUMBER: AMELIA RAHIMA SARI/TEMPO.CO

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur