Light Dark

Tak Mungkin Terapkan Lockdown, Jokowi: PPKM Darurat Saja Daerah Menjerit

Nasional | 30 Jul 2021, 14:04 WIB
Presiden Jokowi membeberkan alasan tak akan menerapkan opsi lockdown. | Biro Pers-Sekretariat Presiden

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah pada periode 3-20 Juli lalu, cukup efektif. Untuk itu, ia menegaskan pemerintah tidak akan mengambil opsi Lockdown untuk menekan laju kasus Covid-19. Saat ini, pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 dengan pelonggaran di beberapa sektor usaha mikro.

"Jadi, sisi kesehatannya bisa kita tangani, tapi sisi ekonominya pelan-pelan harus dijalankan. Enggak bisa Lockdown seperti negara lain. Lockdown itu artinya tutup total, kemarin PPKM Darurat kan semi lockdown, itu saja daerah semuanya menjerit minta untuk dibuka," ujar Jokowi di sela membagikan Banpres Produktif Usaha Mikro, seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 30 Juli 2021 dikutip dari Tempo.

"Kalau lockdown, kita bisa bayangkan. Dan itu juga belum bisa menjamin dengan Lockdown itu permasalahan menjadi selesai," lanjutnya.

Menurut Jokowi, PPKM Darurat sudah cukup berhasil menurunkan laju kasus Covid-19 dan angka keterisian tempat tidur/bed of ratio (BOR) yang sebelumnya melonjak akibat menyebarnya varian Delta. "Dengan PPKM Darurat, paling tidak, kita bisa rem (laju kasus), walaupun turunnya pelan-pelan, tapi paling tidak bisa kita rem. Saya tadi pagi sudah mengecek, di Wisma Atlet yang dulu (BOR) hampir 90 persen, tadi sudah turun di angka 38 persen," ujarnya.

Jokowi meminta masyarakat bertahan meski omzet usaha turun dengan adanya pembatasan-pembatasan yang diberlakukan pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19. "Kita masih berproses menuju vaksinasi 70 persen yang kita harapkan nanti insyaAllah akhir tahun ini bisa kita selesaikan untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunty," tuturnya.

Sumber: Tempo

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur