Light Dark

Benda Asing Terlihat di Langit Bandung, Begini Kata BMKG

Science | 30 Jul 2021, 12:15 WIB
Penampakan benda asing di langit Bandung pada Kamis, 29 Juli 2021 sekira pukul 08.30 WIB. Kejadian ini pun mendapat penjelasan BMKG. | Instagram/Bandung Talk

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah warga dihebohkan oleh penampakan benda asing yang terlihat pada Kamis, 29 Juli 2021 sekira pukul 08.30 WIB di wilayah Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG pun menjelaskan fenomena tersebut.

Menukil laporan BMKG Bandung di akun Facebook resminya, peristiwa itu bukan fenomena meteorologis seperti pelangi, halo, aurora, atupun fenomena optik lain yang terjadi di atmosfer. Sebab berdasarkan observasi cuaca, atmosfer dalam kondisi cerah berawan dan kecepatan angin 6 kilometer per jam. 

"Terpantau awan Cirrus (tinggi) dan tidak terpantau adanya awan hujan (Cb)," tulis laporan BMKG Bandung yang diunggah pada Jumat, 30 Juli 2021.

Berdasarkan data pengamatan tersebut, BMKG Bandung menyimpulkan fenomena yang terlihat oleh masyakarat pada Kamis pagi di langit Pasir Kaliki, Kota Bandung, bukan merupakan fenomena meteorologis. "Fenomena dengan ciri benda yang bergerak di angkasa biasanya terkait dengan fenomena antariksa."

Beberapa contoh fenomena meteorologis yang tampak secara visual di wilayah Indonesia, yang sering terjadi adalah fenomena optik seperti pelangi, fenomena halo, dan warna langit yang merah atau keunguan. Selain itu, di wilayah lintang tinggi, biasa terjadi fenomena aurora atau langit dengan berbagai warna yang berpijar. 

BMKG menyebut fenomena benda-benda terbang itu tidak ada hubungannya dengan musim kemarau. Adapun fenomena-fenomena terkait cuaca pada musim kemarau yang umum terjadi adalah suhu rendah di malam hingga pagi hari dan fenomena embun es di wilayah pegunungan tinggi.

"Diimbau kepada masyarakat untuk melaporkan fenomena-fenomena yang terjadi di atmosfer atau fenomena meteorologis ke lembaga-lembaga pemerintah yang valid, sehingga memperoleh informasi yang valid dan ilmiah berdasarkan data pengamatan yang ada," tulis BMKG Bandung mengimbau masyarakat.

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur