Light Dark

Bupati Sukabumi Pastikan Ada Bansos PPKM Darurat dari Dinas Sosial

Sukabumi | 19 Jul 2021, 17:21 WIB
Bupati Sukabumi Marwan Hamami pastikan ada bansos yang akan disalurkan oleh Dinas Sosial | Dokpim Kabupaten Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Marwan Hamami memastikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menyalurkan bansos atau bantuan sosial untuk warga terdampak PPKM Darurat. Ini ditegaskan Marwan dalam rapat dinas bulan Juli secara virtual bersama unsur forkomunda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan satgas penanganan covid-19, Senin (19/7/2021).

Dikutip dari akun resmi Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian, dalam rapat tersebut Marwan menyampaikan bantuan yang diberikan pemerintah harus terdistribusi tepat sasaran. "Upayakan bantuan  tersebut terkoordinasikan dan terdistribusikan dengan baik, saat ini ada bantuan dari Dinsos, TNI dan Polri," jelasnya.

Bupati menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan melalui pemerintahan level terkecil yaitu desa dan kelurahan. "Saya meminta para kepala desa mendata dengan benar agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan serta orang yang betul-betul membutuhkan bisa menerimanya dengan baik" pinta Marwan.

Dalam rapat ini, Bupati juga menyampaikan hal penting dan strategis juga evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan tempat isolasi terpusat untuk pasien terkonfirmasi positif covid 19 di Pondok Saung Geulis, Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :

"Kita harus bahu-membahu dalam melawan covid-19. Sosialisasi yang dilakukan bisa membantu pencegahan penyebaran covid-19. Perlu peran semua pihak. Termasuk kades yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ungkapnya.

Marwan juga meminta semua pihak mengantisipasi adanya mudik Idul Adha, karena bisa menjadi potensi peningkatan kasus covid-19.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Sukabumi Kompol Suwardi menambahkan, pembatasan mobilitas kendaraan telah dilakukan jajarannya seperti pembatasan di pintu keluar tol. "Kendaraan dari luar daerah diputarbalikkan. Wilayah pantai pun kita tutup," bebernya.

 Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat dalam memakai masker saat ini berada di angka 85 persen. "Masih ada yang minim kesadarannya dalam memakai masker. Tapi, kita terus lakukan sosialisasi," pungkasnya. 

Image

Nelis

Reporter

Image

Fit NW

Redaktur