Light Dark

Terminal KH Ahmad Sanusi Sukabumi Saat PPKM Darurat, Penumpang Bisa Dihitung Jari

Sukabumi | 15 Jul 2021, 16:34 WIB
Bus yang menunggu penumpang di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi saat PPKM darurat. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Pelaksanaan PPKM darurat di Kota Sukabumi membuat Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi sepi dari penumpang.

Pantauan sukabumiupdate.com, Kamis (15/7/2021), tak nampak lalu lalang calon Penumpang di Terminal yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi itu. Hanya beberapa Armada Bus yang terparkir di lokasi terminal.


Advertisement

Baca Juga :

Kepala Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi, Yukki Rahmat Yunus mengatakan, Penumpang yang berangkat dari Terminal bisa dihitung jari. "Paling cuman ada 10 - 20 orang yang berangkat dari terminal, bahkan ada juga yang sampai kosong" ungkapnya.

Sepinya Penumpang menyebabkan banyaknya armada bus khususnya antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) pun tak beroperasi.


Advertisement

"Dari 200 lebih armada bus AKAP maupun AKDP hanya 40 - 60 armada yang beroperasi," katanya.

Yukki menyatakan, Terminal sepi bisa disebabkan masyarakat yang sudah sadar dengan adanya anjuran dari pemerintah di masa PPKM Darurat. Sebab saat PPKM darurat, masyarakat diminta mengurangi mobilitas. Apalagi dalam aturan PPKM Darurat ini para Penumpang harus melampirkan kartu vaksin atau hasil swab antigen 1x 24 jam.

"Kemungkinan juga karena hal tersebut masyarakat enggan bepergian. kalau tidak punya kartu vaksin mereka harus melampirkan surat antigen, sementara ini untuk pemeriksaan antigen harus mengeluarkan uang juga," katanya.

Di tengah pelaksanaan PPKM Darurat ini, kata Yukki, pihak Terminal sudah membentuk tim satgas Covid-19 dan PPKM Darurat. Sehingga ketika Penumpang memasuki area terminal, petugas menanyakan kelengkapan surat tersebut.

"Sesuai aturan sudah kita terapkan. Kalau untuk pemberangkatan di luar Terminal bukan ranahnya. Tapi pihaknya sudah menghimbau pengemudi dan kondektur agar bisa menerapkan aturan PPKM Darurat," jelasnya.

Image

Riza

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur