Light Dark

Drh Slamet Soroti Refocusing Anggaran Kementan dan KKP: Kami Sesalkan

Nasional | 15 Jul 2021, 15:28 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) drh Slamet. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar mengejutkan datang dari pembahasan pagu indikatif Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Komisi IV DPR RI. Pasalnya, di tengah upaya untuk menggenjot sektor pangan nasional melalui kedua kementerian tersebut, isu refocusing anggaran secara tidak langsung akan mengubah skema usulan kegiatan kementerian pada tahun 2022.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Drh Slamet saat dikonfirmasi oleh media mengenai kabar refocusing anggaran di kedua kementerian tersebut secara eksplisit 'mengamini' bahwa Kementerian Keuangan telah mengusulkan untuk melakukan pengurangan anggaran KKP sebesar Rp 1,4 triliun dan Kementan sebesar Rp 1,9 triliun. 


Advertisement

"Kami sangat menyesalkan jika seandainya anggaran Kementan dan KKP dikurangi, mengingat kedua sektor ini bisa dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena memiliki pertumbuhan yang positif di tengah Pandemi Covid-19," kata Slamet, Kamis, 15 Juli 2021.

Merujuk pada data BPS tahun 2020, kata Slamet, sektor pertanian dan perikanan tumbuh 1,75 persen dibandingkan sektor pertambangan yang minus 1,95 persen, industri pengolahan minus 2,93 persen, konstruksi minus 3,26 persen, perdagangan dan reparasi minus 3,72 persen, serta sektor lainnya minus 1,97 persen.

Baca Juga :

Lebih lanjut legislator asal Sukabumi ini menjelaskan refocusing anggaran atau pemotongan anggaran KKP dan Kementan telah menunjukkan bahwa pemerintah seperti kehilangan arah dalam membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. 


Advertisement

"Sebab sektor yang telah menyumbang 14,2 persen struktur PDB nasional dengan nilai Rp 2.115 triliun mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar. Apalagi Kementan juga sudah mengalami pengurangan anggaran pada tahun 2021 sebesar Rp 6,3 triliun, dari semula Rp 21,8 tahun 2020 triliun menjadi Rp 15,5 triliun," pungkasnya.

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur