Light Dark

Bocah 10 Tahun di Sukabumi Jualan Cilor Panggul Demi Kakak yang Lumpuh

Figur | 05 Jul 2021, 21:23 WIB
horul Anwar bocah 10 tahun warga Kampung Bungbulang Desa Ciheulang Tonggoh, Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mulai jualan cilor (makanan aci telor) | PKL/Utama

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak 10 bulan lalu, Khorul Anwar bocah 10 tahun warga Kampung Bungbulang Desa Ciheulang Tonggoh, Cibadak Kabupaten sukabumi Jawa Barat mulai jualan cilor (makanan aci telor). Ia bertekad membantu keluarga, menolong biaya pengobatan kakaknya yang lumpuh dan ingin punya sepeda serta handphone sendiri.

Setiap hari Anwar kecil memanggul peralatan dagangnya keliling kampung. Pelajar kelas 3 MI Bungbulang ini penuh semangat berjualan walaupun sering tidak mendapatkan hasil maksimal.

Ayi Siti Rahmah, Ibunda dari Khorul Anwar menjelaskan niat berdagang muncul saat anak kedua dari tiga bersaudara ini ingin punya sepeda dan handphone sendiri. 

"Jadi Anwar suka gadibolehin minjem Hp punya temennya. Anwar bilang mah gapapa ya kalo ketinggalan materi sekolah, karena sedih digituin, Anwar mau jualan aja biar bisa kebeli Hp,” ujar Ayi Siti Rahmah kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/7/2021).

Anwar kemudian memutuskan mengikuti jejak sang ayah yang sehari-hari berdagang cilor. Ia tekun belajar membuat cilor dari sang ayah hingga akhirnya dibuat panggulan sendiri agar bisa berkeliling kampung untuk mencari uang dari cilor.

Tak hanya keliling, siswa kelas 3 MI Bungbulang ini menjadikan sekolahnya tempat mangkal jualan. Ia mulai jualan di depan sekolahnya dari jam 08.00 WIB hingga petang.

Baca Juga :

Karena masih belajar online, Anwar punya waktu untuk mengumpulkan uang dari berjualan. Ia bertekad cepat memiliki handphone agar tidak perlu meminjam lagi dari teman-temannya untuk kegiatan belajar, atau bermain game kesukaannya.

"Penghasilannya ditabung untuk membeli keperluannya meskipun sering terpakai untuk keperluan lain," lanjut sang bunda.

Kadang ia mendapatkan Rp 40 hingga Rp 50 ribu per hari. Uang RP 10 ribu disisihkan untuk ditabung dan sisanya untuk berjualan besok.

"Ia ikhlas walau uang tabungannya sering dipakai untuk keperluan keluarga lain karena mendesak," sambung Ayi. 

Keluarga ini masih fokus membiayai keperluan pengobatan Hikmah (15 tahun) kakak Anwar yang lumpuh sejak berusia 2 tahun. Anwar juga memiliki adik Husnah (4 tahun) yang punya keperluan tak kalah banyak.

Situasi pandemi membuat keuangan keluarga ini makin terjepit. Menurut Ayi, sebelum pandemi penghasilan jualan Cilor ayahnya Anwar bisa mencapai hingga RP 500 ribu per hari, saat ini untuk dapat RP 200 ribu per hari saja sangat sulit.

Ayi Siti Rahmah terus berdoa demi kelancaran usaha suami dan Anwar. Ia ingin agar Anwar bisa terus lanjut sekolah dan mencapai cita-citanya.

“Semoga Cita-cita Anwar tercapai, bisa terus lanjut sekolah, jualannya laku. Diberi kesehatan selalu, dan semoga juga sisa dari penjualan cukup buat kehidupan sehari-hari sama biaya sekolahnya," pungkas Ayi.

Lalu apa kata Anwar?  “Pengen jualan aja biar bisa kebeli Sepeda. Uangnya ditabung sama pengen beli Hp juga buat sekolah,” ungkap Anwar kepada sukabumiupdate.com. (PKL/Utama)

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur