Light Dark

Rancang Ide Zero Energy Island, Gagasan Kreatif Taufik Rahman dari Universitas Nusa Putra

Figur | 26 Jun 2021, 18:40 WIB
Mahasiswa Universitas Nusa Putra, Taufik Rahman (kiri). | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar membanggakan datang dari Pajampangan Sukabumi. Putra terbaik dari wilayah ini menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Nusa Putra Sukabumi. Ia adalah Taufik Rahman, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin yang dulu menimba ilmu di SMKN 1 Sagaranten.

Taufik secara mengejutkan berhasil menjadi pemenang dalam gelaran Pemilihan Mahasiswa Berprestasi atau Pilmapres tingkat Universitas Nusa Putra yang digelar pada 31 Mei - 3 Juni 2021 lalu. Ia selanjutnya akan menjadi wakil Universitas Nusa Putra pada gelaran Pilmapres tingkat wilayah Jawa Barat - Banten.

Taufik mengaku untuk mencapai prestasi terbaik seperti sekarang butuh kerja keras dan kedisiplinan yang tinggi. Sebab selain harus mengikuti berbagai kegiatan organisasi maupun kompetisi, ia juga tetap harus fokus menjalani kuliah untuk menjaga prestasi akademiknya. 

Ia pun mengaku bersyukur karena mendapat dukungan dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Nusa Putra sehingga upayanya untuk berprestasi cukup tinggi. Dosen-dosen di Teknik Mesin juga sangat kooperatif dan bersedia memfasilitasi keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. 

Sejak masih mahasiswa baru pada 2019 silam, Taufik mengaku diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional seperti PKM, KRI, KMHE, dan PLN ICE. Selain itu, ia juga mendapat kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan kabin sterilisasi peralatan medis untuk mengatasi kelangkaan peralatan medis di masa Pandemi Covid-19.

Sementara untuk kegiatan Pilmapres 2021, Taufik memperoleh bimbingan khusus sejak akhir tahun kemarin untuk mempersiapkan portofolio dan gagasan kreatif yang diajukan.

Dalam kegiatan Pilmapres tahun ini, Taufik mengajukan gagasan kreatif mengenai pengembangan zero energy island, yaitu upaya mewujudkan kemandirian energi bagi pulau-pulau terpencil di Indonesia dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan lokal yang ada di pulau tersebut.

Hal ini penting, selain untuk mengatasi sulitnya penyediaan energi listrik di pulau-pulau terpencil, gagasan ini juga menurutnya bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Ia mengaku mendapatkan ide gagasan kreatif ini dari hasil pengamatan wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, juga dari hasil mengikuti magang energi terbarukan di Bandung tahun lalu saat libur semester genap 2020.

"Ini menjadi satu gagasan yang mudah-mudahan menjadi solusi bagi masalah energi kita," kata Taufik.

Kepala Program Studi Teknik Mesin Universitas Nusa Putr Dwi Mardika Lestari menyatakan upaya mendukung kegiatan kemahasiswaan di lingkungan prodi saat ini dipusatkan melalui Pusat Prestasi Mahasiswa atau Center for Student Achievement (CSA) Teknik Mesin Universitas Nusa Putra.

Di sana mahasiswa-mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang baik dan motivasi tinggi untuk berprestasi akan diberikan dukungan dan bimbingan oleh tim dosen yang memiliki kompetensi yang sesuai.

Sementara Kepala CSA Teknik Mesin Universitas Nusa Putra, Mukhlis Ali menambahkan, untuk tahun ini timnya sedang memberikan bimbingan intensif untuk mahasiswa Teknik Mesin yang mengikuti PKM, KRI, KMHE, PLN ICE, Pilmapres, dan UTU Awards.

Sudah ada sekira 13 mahasiswa dari berbagai angkatan yang menjadi binaan dari CSA Teknik Mesin. Uniknya, mahasiswa ini berasal dari berbagai daerah di Sukabumi seperti Cicurug, Parungkuda, Ciambar, Cisolok, Sagaranten, Sukalarang, dan berbagai daerah lain yang jauh dari Kota Sukabumi.

"Ini wujud upaya Prodi Teknik Mesin Universitas Nusa Putra untuk meningkatkan SDM dari daerah-daerah tersebut. Jadi mahasiswa dari daerah terpencil atau tertinggal sekalipun tidak perlu minder dan patah semangat dalam upaya mencapai prestasi tertinggi," katanya.

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur