Light Dark

Masuk Kemarau, BMKG Jelaskan Pemicu di Sukabumi Masih Turun Hujan

Science | 23 Jun 2021, 19:00 WIB
Ilustrasi. BMKG melalui Staf Obesrvatori Geofisika Palabuhanratu, Riw Sulsaladin mengatakan seharusnya Sukabumi saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun, kenyataannya masih turun hujan. | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagian wilayah di Indonesia menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika) sudah memasuki musim kemarau, namun tidak untuk wilayah di selatan Jawa Barat termasuk Sukabumi. Hampir setiap hari menjelang sore sebagian besar wilayah Sukabumi Saat ini diguyur hujan, bahkan seringkali dengan intensitas lebat dengan durasi cukup lama.

Menanggapi hal tersebut, BMKG melalui Staf Obesrvatori Geofisika Palabuhanratu, Riw Sulsaladin mengatakan seharusnya memang saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun, kenyataannya masih turun hujan. Ini terjadi karena adanya aliran massa udara lembab dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat.

"Salah satu dampaknya, cuaca di Palabuhanratu dan Sukabumi mengalami Hujan dengan intensitas tidak umum," ujarnya.

"Hal ini diindikasikan dengan indeks hyper mode yang negatif. Anomali suhu muka laut di perairan laut selatan jawa bagian barat positif atau lebih hangat," sambungnya.

Baca Juga :

Masih kata Riw, penyebab kedua masih terjadi Hujan di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya karena adanya gelombang ROSSBY yang memicu Hujan di wilayah Indonesia.

"Jadi ada kedua faktor tersebut yang menyebabkan sekarang Kemarau kok masih hujan, khususnya pulau jawa ya, ini penjelasan dari analisis BMKG," terangnya.

Image

Nandi

Reporter

Image

Fit NW

Redaktur