Light Dark

Picu Kerumunan, Hiburan Musik Pernikahan di Cikakak Sukabumi Dibubarkan Satgas

Sukabumi | 18 Jun 2021, 21:04 WIB
Petugas gabungan dari Satgas COVID-19 Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi Jawa barat, Jumat (18/6/2021) siang menghentikan dua acara hiburan musik organ tunggal di acara pernikahan warga. | NANDI

SUKABUMIUPDATE.com - Petugas gabungan dari Satgas COVID-19 Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi Jawa barat, Jumat (18/6/2021) siang menghentikan dua acara Hiburan Musik organ tunggal di acara pernikahan warga. 

PLT Kapolsek Cikakak Iptu Nandang Herawan menyatakan penghentian acara melibatkan personel dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan aparat Kecamatan Cikakak. Kegiatan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB.

"Tadi siang kami mendapat informasi ada yang hajatan pernikahan di Kampung Ciranji, Desa Ridogalih. Pernikahan tersebut memakai organ tunggal, 11 personel gabungan cek dan ternyata benar ada hiburan organ tunggal dan acara pernikahan," ujar Nandang.

"Setelah kami datang kami berhentikan organ tunggal tersebut tidak ada penolakan, mereka mengerti dan paham setelah kami berikan himbauan bahwa ini melanggar protokol kesehatan karena mengundang orang banyak untuk melihat organ tunggal. Kami lihat juga tidak disediakan alat pengukur suhu maupun hand sanitizer serta masker," sambungnya. 

Baca Juga :

Masih kata Nandang, selain di Kampung Ciranji petugas gabungan juga menghentikan acara di Kampung Sindang Resmi Desa Sukamaju.  "Sama acara organ tunggal di kampung tersebut juga dihentikan," terangnya.

Sementara itu dihubungi terpisah Camat Cikakak Asep Mahmud, mengungkapkan prihatin dengan masih ditemukannya warga yang tidak mematuhi sosialisasi soal prokes dan tetap mengadakan acara yang berpotensi mengundang kerumunan. 

"Prihatin ya, apakah sosialisasi belum sampai atau tidak didengar, jadi sesuai dengan harapan bupati jangan sampai ada cluster baru yang tidak diharapkan apalagi ini hajat tanpa ada pemberitahuan kepada kami," ungkapnya.

Lanjut Asep, dengan adanya kejadian tersebut mengaku kecolongan, karena merasa tidak ada rekomendasi terkait kegiatan tersebut ke pihak desa, kecamatan ataupun kepolisian. "Mungkin (mereka) sudah tahu kalau kita tidak akan memberikan rekomendasi menggelar seperti ini hajatan dengan hiburan apa gitu," ucapnya.

"Kami kecolongan dengan kapolsek datang agak terlambat kalau ada laporan dari warga lebih awal kami bisa menindaklanjuti lebih awal. Sosialisasi sudah merata apapun informasi yang terbaru saya sampaikan ke masyarakat," tandasnya.

Image

Nandi

Reporter

Image

Fit NW

Redaktur