Light Dark

Ombudsman Minta Seluruh Daerah di Jabar Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Jawa Barat | 18 Jun 2021, 22:00 WIB
Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Cimahi Mandiri 2 Kota Cimahi pada Senin (24/5/2021). Ombudsman RI perwakilan Jabar meminta seluruh daerah di Jabar tunda pelaksanaan PTM. | Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki

SUKABUMIUPDATE.com - Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat (Jabar) meminta seluruh daerah di Jabar untuk menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah yang direncanakan Juli mendatang.

Dasarnya, kasus Covid-19 yang sedang tinggi-tingginya saat ini tentunya menjadi ancaman tersendiri bagi siswa. Untuk itu, Ombudsman meminta penyelenggara pendidikan untuk mengedepankan keselamatan siswa.

"Iya kami sarankan PTM ditunda. Apalagi Kemendikbud juga sudah mulai mempertimbangkan untuk menunda PTM Juli nanti," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Dan Satriana saat dihubungi suara.com, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga :

Dan mengatakan, saran penundaan kegiatan PTM ditengah pandemi Covid-19 itu sudah dituangkan dalam sebuah "surat cinta" yang disampaikan kepada Pemerintah daerah di Jawa Barat. Menurut Dan, kondisi saat ini sangat riskan jika PTM tetap dipaksakan Juli mendatang. 

Selain menyarankan penundaan PTM, dalam "surat cinta" tersebut Ombudsman meminta semua Pemda menjadikan perkembangan kajian ilmiah dan data yang akurat kondisi Covid-19 sebagai dasar dalam memutuskan rencana penerapan pelaksanaan PTM.

Sambil menunggu situasi memungkinkan, Ombudsman Jawa Barat juga meminta Pemda melakukan upaya perbaikan penyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara konkrit dengan mengembangkan materi dan metodelogi pembelajaran.

"Pendampingan orang tua dan peserta untuk memenuhi kewajiban pemerintah memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu," ujar Dan. 

Menurutnya, menjelang tahun ajaran baru nanti, Pemda yang diberi kewenangan memberikan izin Pembelajaran Tatap Muka harus menyusun rencana jangka menengah dan panjang untuk memperbaiki pembelajaran jarak jauh.

"Selain untuk mengantisipasi perkembangan kondisi Covid-19 yang belum dapat dikendalikan, perbaikan ini menjadi penting karena pelayananan pembelajaran jarak jauh tetap harus dilaksanakan kalaupun pada akhirnya pemerintah memutuskan akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka bagi sebagian peserta didik suatu saat nanti," pungkas Dan.

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Denis Febrian

Redaktur