Light Dark

Dukun Ikut Kena Pajak, Pengobatan Alternatif Termasuk Paraji dalam RUU KUP

Keuangan | 14 Jun 2021, 19:00 WIB
Pelayanan medis termasuk jasa pengobatan alternatif, termasuk yang dilakukan paranormal dan dukun beranak atau paraji bakal dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN). Hal itu tertuang dalam Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Kete | istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan medis termasuk jasa pengobatan alternatif, termasuk yang dilakukan paranormal dan Dukun beranak atau Paraji bakal dikenakan Pajak pertambahan nilai (PPN). Hal itu tertuang dalam Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Dikutip dari ayobandung, jaringan suara.com, Pelayanan medis dalam ayat (3) Pasal 4 UU KUP yang berlaku saat ini, masuk dalam kategori jasa yang tidak dikenakan PPN. Namun dalam draf perubahan jasa rumah pelayanan kesehatan dihapus dari kategori tak kena PPN.


Advertisement

Dalam Undang-undang nomor 42 tahun 2009 disebutkan, yang termasuk ke dalam jasa pelayanan kesehatan medis yaitu:

1. jasa dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi,

2. jasa dokter hewan,

3. jasa ahli kesehatan seperti ahli akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, dan ahli fisioterapi.


Advertisement

4. jasa kebidanan dan Dukun bayi,

5. jasa paramedis dan perawat,

6. jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, dan sanatorium,

7. jasa psikolog dan psikiater, dan

8. jasa pengobatan alternatif, termasuk yang dilakukan paranormal.

Pada butir nomor 8, disebutkan jasa pengobatan alternatif, termasuk yang dilakukan paranormal, tercantum sebagai jasa pelayanan kesehatan medis.

Dengan kata lain, merujuk kepada Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983, jasa paranormal pun termasuk ke dalam jasa pelayanan yang dikenai PPN.

Selain jasa pengobatan paranormal, PPN pun akan dikenakan kepada jasa persalinan, dokter hewan, dan bahkan untuk jasa psikolog dan psikiater.

Sebelumnya, ramai diberitakan soal Pemerintah pusat berencana kenakan PPN untuk sembako,seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, telur susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-buan, dan gula. Hal itu tercantum dalam dalam Draf Revisi Kelima Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Tidak hanya sembako, bahkan sekolah pun akan akan dikenai Pajak PPN 5 persen. Alasan sekolah kena Pajak karena selama ini sekolah yang gratis dan sekolah yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented) sama-sama dibebaskan PPN.

SUMBER:AYOBANDUNG.COM/SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur