Light Dark

Video Pelajar SD Bergelantungan di Atas Sungai, Kades Ungkap Fakta Sebenarnya

Nasional | 11 Jun 2021, 13:43 WIB
Tangkapan layar dari aksi berani tiga pelajar SD bergelantungan di atas sungai menggunakan tali dan keranjang | video viral

SUKABUMIUPDATE.com - Video tiga Pelajar SD super berani dan tangkas menyebrang sungai dengan Bergelantungan di tali di keranjang viral. Banyak yang membagikan video tersebut dalam postingan tanpa mencantumkan lokasinya dimana? 

Banyak netizen merasa prihatin dengan kondisi infrastruktur di Indonesia hingga berdampak pada akses peserta didik.  Para siswa ini terlalu nekat dan mengambil resiko besar demi mendapatkan pendidikan 

Dilansir dari Suarariau.id - jaringan Suara.com, ternyata peristiwa itu terjadi di Riau, tepatnya di daerah Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Tiga pelajar berpakaian SD lengkap yang terdiri satu laki-laki dan dua perempuan itu bergantungan di keranjang sawit untuk mencapai seberang sungai.

Kepala Desa Kuntu, Asril Bakar ikut bersuara. Menurutnya, tingkah sejumlah pelajar berseragam SD dalam video itu merupakan ajang permainan saja. Karena biasanya, untuk sampai ke sekolah, mereka bisa melintas sungai itu dengan sepeda motor atau melintas jalur jalan lainnya yang sudah layak.

"Bukan di perkampungan sebenarnya, tapi berada di perkebunan sawit. Ada yang tinggal di situ sekitar 15 KK, mereka bekerja dengan yang punya kebun, anak mereka yang SD ada 7 orang dan SMP 2 orang. Keranjang yang dipakai menyeberang itu keranjang untuk melangsir buah sawit. Mereka menyeberang sama orang tuanya naik motor melintas sungai yang dangkal itu," kata Asril Bakar, Kamis (10/6/2021).

Sebenarnya sudah ada jalur umum yang sudah dibangun Pemerintah Kampar namun mereka yang menyeberang sungai tersebut ingin melalui jalur pintas agar cepat sampai ke sekolah yang berada di Desa Kuntu Darussalam, Desa pemekaran dari Desa Kuntu.

Asril juga menjelaskan, jika sungai tersebut biasanya dijadikan tempat mandi oleh warga yang bekerja di perkebunan tersebut.

Tak hanya itu, sungai itu merupakan jalur satu-satunya untuk membawa buah sawit dari dalam kebun. Di seberang sana, biasanya para pengepul sawit menunggu untuk menimbang hasil panen.

"Sebenarnya ini perlu diluruskan, saya senang dikonfirmasi, kita kasihan dengan Pemda, padahal tak ada sangkut pautnya, sebab Pemda sudah ada bangun jembatan dan jalan di lokasi yang tidak jauh," tutur Asril.

Apabila ingin dibangun jembatan di lokasi tersebut, sebenarnya itu merupakan tugas pemilik kebun. Sebab jika ingin membuat jembatan tentu akan melalui proses panjang.

"Pertama kalau mereka mau buat jembatan tentu perizinannya, tapi yang kita khawatirkan itu aktivitas ilegal loging yang akan melintas jalur itu, karena di sini masih ada kawasan hutan Rimbang Baling, yang lokasinya memang cukup jauh sih dari kebun sini," ujarnya.

Kembali lagi, Asril mengungkapkan bahwa kawasan itu merupakan perkebunan, bukan perkampungan.

SUMBER: SUARA.COM

Image

Admin SUpdate

Image

Fit NW

Redaktur