Light Dark

Tikungan Letter S Cikidang Sukabumi Jadi Kajian Keselamatan Motor Matic di Indonesia

Motor | 10 Jun 2021, 12:00 WIB
KNKT mengambil sampel rekayasa dan investigasi potensi kecelakaan di titik rawan kecelakaan Letter S jalan Cikidang, Sukabumi. Selain untuk keselamatan, hasil sampel dan investigasi akan menjadi pedoman bagi perusahaan otomotif dalam produksi motor matic. | Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memilih ruas jalan Cikidang-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk sampel rekayasa dan investigasi potensi kecelakaan, Rabu (9/6/2021). Selain untuk keselamatan, hasil dari investigasi ini nantinya akan menjadi pedoman bagi perusahaan otomotif dalam memproduksi motor matic.

Seperti diketahui, jalan provinsi yang menjadi akses menuju Palabuhanratu itu memiliki banyak tikungan serta tanjakan juga turunan tajam. Adapun salah satunya titik rawan kecelakaan yaitu letter S. Di lokasi ini banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan sebab kendaraan yang mengarah dari Cibadak menuju Cikidang akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang menikung dengan turunan tajam. 

Baca Juga :

Selain KNKT, kegiatan tersebut melibatkan Kemenhub bersama Dinas Perhubungan Provinsi dan Polri. 

"Jadi intinya dari KNKT survey tentang kendaraan matic di wilayah pegunungan, efektif atau tidak di wilayah pegunungan itu. Terus untuk sistem pengereman kendaraan matic apakah bisa berfungsi dengan baik saat melintas di jalan turunan, terus apakah sering terjadi kecelakaan pada saat berkendaraan menggunakan matic," kata Kanit Dikyasa Polres Sukabumi Aipda Wangsit Wibowo. 

Masih kata Wangsit, saat ini KNKT masih melakukan survey bersama instansi terkait. Apabila terjadi banyak kecelakaan, maka KNKT akan memanggil perusahaan kendaraan sepeda motor agar menyesuaikan pembuatan kendaraan matic di jalan menurun atau menanjak.

"Jadi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) apakah sudah memperhitungkan produksi kendaraan matic sesuai atau tidak di jalan pegunungan atau di jalan banyak tanjakan atau turunannya," tandasnya.

Image

Nandi

Reporter

Image

Andri Somantri

Redaktur