Light Dark

Selama April 2021, Enam Pasien Nikmati Fasilitas Rumah Singgah Kota Sukabumi

Sukabumi | 17 May 2021, 15:46 WIB
Rumah Singgah Pemerintah Kota Sukabumi. | Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Program Rumah Singgah yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi terus memberi pelayanan bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan di Bandung dan sekitarnya. Selama April 2021, tercatat ada enam orang yang menerima manfaat program tersebut.

Rumah Singgah yang berlokasi di Jalan Mulyasari Culdesac Nomor 7 Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung ini adalah salah satu program unggulan bidang sosial dan kesehatan dari Pemerintah Kota Sukabumi era duet Achmad Fahmi dan Andri Setiawan Hamami.

Pengelolaan Rumah Singgah ini dikerjasamakan dengan Yayasan Rumah Zakat. Sekretaris Yayasan Rumah Zakat Asep Nurdin dalam laporannya mengatakan selama April 2021 terdapat enam pasien yang menjadi penerima manfaat dan enam pendamping pasien. 

"Diagnosis penyakit yang diderita pasien pun beragam, di antaranya operasi pengangkatan HD (cuci darah), tumor, rawat jalan, kemoterapi, dan lain-lain," dikutip dari laporan tersebut pada Senin, 17 Mei 2021.

Mayoritas pasien datang bersama keluarga seperti suami, istri, dan anak-anak. Setiap pasien yang datang akan disambut oleh fasilitator Rumah Singgah. Setelah itu, orang tua atau wali pasien dipersilakan mengisi formulir dan memenuhi persyaratan.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan yakni Kartu Tanda Penduduk atau KTP, Kartu Keluarga atau KK, dan surat rujukan dari fasilitas kesehatan. Selepas itu fasilitator akan memberikan pemaparan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di Rumah Singgah dan barulah pasien dipersilakan memasuki Rumah Singgah.

Baca Juga :

Berdasarkan jenis kelamin penghuni Rumah Singgah pada April 2021, laki-laki 50 persen dan perempuan 50 persen. Kemudian berdasarkan kategori usia, kunjungan lansia 38 persen, dewasa 25 persen, dan balita 37 persen.

Selanjutnya berdasarkan lama waktu singgah, dari enam pasien tersebut, 33 persen atau dua pasien singgah 3-8 hari dan 67 persen atau empat pasien singgah satu hari. Lamanya waktu singgah penghuni yang lebih dari 8 hari dikarenakan keperluan kontrol dan tindakan HD (cuci darah) atau perubahan jadwal kontrol yang terjadi ketika pelaksanaan.

Terakhir, ambulans Rumah Singgah yang merupakan fasilitas untuk membantu pasien maupun keluarga pasien sebagai transportasi medis dengan tujuan dari Rumah Singgah ke Rumah Sakit maupun sebaliknya, pada April lalu mencatat pelayanan 100 persen.

Image

Admin SUpdate

Image

Oksa Bachtiar Camsyah

Redaktur