Light Dark

Menuju Musda KNPI: Quo Vadis KNPI Kabupaten Sukabumi?

Opini | 16 May 2021, 21:00 WIB
Silvia Pauzia | Istimewa

Oleh: Silvia Pauzia

Kader PB HIMASI

Persoalan-persoalan negara terus hadir dalam bentuk-bentuk yang sulit diselesaikan. Pandemi COVID19 adalah salah satu bentuk persoalan baru yang tentu saja tidak bisa diselesaikan oleh kaki tangan pemerintah semata. Perlu adanya kolaborasi antar elemen baik dari masyarakat, legislatif pun eksekutif untuk memaksimalkan penyelesaian persoalan. Permasalahan tersebut bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan namun juga berdampak pada jalannya pendidikan, sektor ekonomi, krisis pangan dan persoalan konsumerisme yang tidak ramah terhadap lingkungan. Dan kita harus siap untuk menghadapi pemulihan pasca pandemi sebab permasalahan ini masih akan dihadapi bangsa Indonesia 2-3 tahun kedepan, tentu bukan perkara mudah untuk diselesaikan sehingga perlu adanya persiapan untuk menghadapi agenda yang akan datang sehingga pemulihan bukan hanya wacana semata melainkan benar-benar pulih dan masyarakat kembali berdaya dan menstabilkan ekonomi bangsa. 

Peran pemuda tidak boleh dihindarkan dalam segala persoalan yang ada. Pemuda harus mulai bangkit dan ikut memikirkan persoalan-persoalan yang ada, sebab menjaga dan memajukan negara bukan hanya tugas pemerintah semata melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Di saat pemerintah mengeluarkan berbagai macam regulasi yang dikatakan tidak memihak rakyat maka pemuda harus hadir dan berada di garda terdepan untuk menyerukan kepentingan rakyat.

Dilansir dari Badan Pusat Statistik, Kabupaten Sukabumi memiliki jumlah penduduk 2.470.219 jiwa yang dimana jumlah usia muda mencapai angka 60%. Artinya bonus demografi sudah bisa dirasakan masyarakat Sukabumi, terlebih ada sekitar 88 organisasi kepemudaan yang berhimpun di dalam DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kab. Sukabumi. Tentu saja ini menjadi kabar yang baik bagi Kabupaten Sukabumi sebab adanya organisasi kemasyarakatan pemuda yang hidup menjadikan simbol bahwa masyarakat ikut andil dalam pembangunan daerah dan tentu ini akan sangat membantu kerja- kerja pemerintah dalam menangani segala persoalan yang ada.

Pemuda harus mulai diakui dan hadir dalam agenda-agenda pemerintahan sebagai mitra kerja, mitra strategis, pun sebagai mitra kritis. Sebab kinerja pemerintah harus efisien dan mampu dirasionalisasi, program yang terlalu mengawang pada akhirnya menepiskan realitas bermasyarakat maka dari itu persoalan proyek yang hanya menguntungkan pengusaha tanpa memberikan dampak baik kepada masyarakat harus mulai dikritisi dan tidak boleh diabaikan sebelum pada akhirnya banyak masyarakat yang menjadi korban atas kinerja pemerintah yang tidak tepat sasaran. Pemuda harus menjadi bagian dalam segala persoalan yang ada, namun bukan tanpa kesiapan. Komite Nasional Pemuda Indonesia hadir untuk memberdayakan OKP yang berhimpun di dalam nya, pemuda yang berdaya bukan hanya mampu menyelesaikan persoalan yang ada tetapi juga mampu memajukan kesejahteraan bangsa, maka dari itu KNPI menjadi titik berat pergerakan OKP sebab kesuksesan KNPI di nilai sejauh mana OKP berdaya, menjadi bagian dari pengambilan keputusan pemerintah khususnya dalam pengambilan kebijakan untuk pemuda dan umumnya untuk masyarakat, juga KNPI harus mampu menjembatani antara persoalan yang terjadi di akar rumput dengan pembuat regulasi agar tercipta suatu peradaban yang harmonis dan relevan.

Pemuda mempunyai semangat patriotisme yang tinggi, Pemuda sangat mampu menciptakan perubahan suatu tatanan sosial. Kita bisa lihat pada saat kongres II pemuda, saat itu para pemuda dan mahasiswa lah yang bertekad untuk mempersatukan penduduk Indonesia dari berbagai pulau dan bersumpah untuk berbangsa satu, bangsa Indonesia, bertanah air satu, tanah Indonesia, dan yang berbahasa satu, bahasa Indonesia. Bukan orang-orang tua yang mengaku mempunyai pemikiran cendekia melainkan para pemuda yang berjiwa penuh tanggung jawab terhadap negaranya. Para pemuda menyatukan dasar-dasar persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang sampai saat ini diperingati menjadi hari Sumpah Pemuda. Pada saat itu banyak orang tua yang menganggap bahwa gerakan pemuda ini adalah tindakan seorang anak kecil yang tidak ada artinya. Walau pada akhirnya sejarah membuktikan bahwa tindakan-tindakan pemuda ini sangat berarti dan banyak pengaruhnya pada perkembangan masyarakat.

Menuju Musda KNPI Kabupaten Sukabumi, pemuda seperti apa yang layak memimpin? Lepas dari kontestasi politik untuk perebutan kekuasaan semata, Musyawarah Daerah harus menjadi ajang untuk edukasi politik cerdas yang membangun, bukan berlandas pada retorika desktruktif yang pada akhirnya dimana KNPI seharusnya menjadi platform bersama malah menjadi organisasi yang dikuasai segelintir orang dan menimbulkan perpecahan. Ketua KNPI harus terlepas dari pikiran perkara proyek yang memberikan keuntungan pribadi, lepas dari gimmick branding diri. Seorang pemimpin yang mengnakhodai KNPI harus menjunjung tinggi nilai-nilai kedermawanan dalam bermasyarakat serta menjadi role model seluruh OKP yang berhimpun di dalamnya.

Musyawarah Daerah KNPI menjadi salah satu miniatur pemilihan kepala daerah, maka dari itu pemimpin KNPI nantinya menjadi kepala daerah bagi pemuda. Dengan penduduk yang didominasi oleh 60% pemuda, ketua KNPI harus mempunyai strategi dan kreatifitas yang tinggi guna memberdayakan pemuda dan bergerak dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID19. KNPI harus mampu memberikan gebrakan baru, bukan hanya retorika Bahasa semata melainkan dibuktikan dengan aksi-aksi sosial nyata.

Pemimpin KNPI harus sadar akan kekuasaan yang tidak abadi sehingga segala kinerja mampu dimaksimalkan dan memberikan impact yang benar-benar mampu dirasakan oleh masyarakat. KNPI menjadi wadah untuk para pemuda berkolaborasi dan bergotong royong sehingga terciptanya kabupaten Sukabumi yang religius, maju dan inovatif menuju masyarakat sejahtera adil makmur dapat tercapai.

Image

Admin SUpdate

Image

Andri Somantri

Redaktur